Menjalani pertandingan kedua Piala Konfederasi menghadapi Mesir, Italia secara statistik memang lebih unggul. Situs Soccernet mencatat kalau Fabio Cannavaro cs membuat 13 tendangan dengan enam di antaranya mengarah ke gawang, sementara Mesir membuat empat tembakan dan cuma dua yang mengarah ke gawang Gianluigi Buffon.
Cukup dominan di awal laga, Italia kecolongan gol saat tandukan Mohamed Homos mengubah skor di menit 40. Meski kemudian banyak kesempatan dimiliki untuk menyamakan kedudukan, utamanya pada babak kedua, skor 0-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga berakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Lippi timnya bermain bagus di 25 menit pertama pertandingan, tapi kemudian kehilangan inisiatif di 20 menit sisa waktu babak pertama dan kebobolan saat masuk menit 40. Dalam posisi tertinggal di babak kedua, Italia kembali tampil bagus dan punya banyak peluang, meski itu tak cukup menghindarkan mereka dari kekalahan.
"Kami kurang agresif. Kami tidak bermain seperti yang kami rencanakan sebelumnya. Saat Mesir mulai menyerang dan mencetak gol, semuanya terbongkar dan kami berhenti memainkan sepakbola yang bagus. Kami tidak bisa mendapatkan bola. Di babak kedua kami membaik dan menciptakan beberapa kesempatan. Mesir memainkan babak kedua dengan sangat baik saat menghadapi Brasil dan menjalani babak pertama yang sempurna saat menghadapi kami," sambung Lippi.
Dengan kekalahan ini Italia harus menang di laga terakhir demi memastikan tiket ke semifinal. Perjuangan yang dipastikan tak akan mudah karena mereka akan menantang Brasil yang selalu menang di dua laga perdana dan cuma butuh hasil imbang untuk lolos ke babak empat besar.
"Sederhana saja, kami harus menang. Kami akan mencoba mengambil inisiatif," pungkas pelatih yang tiga tahun lalu mengantar Italia menjuarai Piala Dunia 2006 itu. (din/krs)











































