sepakbola
Piala Konfederasi

Kelelahan Bangunkan 'Firaun' dari Mimpi Indah

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video
Piala Konfederasi

Kelelahan Bangunkan 'Firaun' dari Mimpi Indah


- detikSepakbola

Rustenburg - Performa menjanjikan Mesir di dua laga awal Piala Konfederasi berubah drastis justru di laga penentu. Kelelahan akibat jadwal dituding pihak Mesir sebagai hal yang menggagalkan mereka melanjutkan langkah.

Mesir tersingkir dari Piala Konfederasi usai menelan kekalahan 3-0 dari AS, Senin (22/6/2009) dinihari WIB. Kekalahan ini mengirim Mesir sebagai juru kunci grup B.

Padahal, 'Si Firaun' memulai laga dengan harapan tinggi. Sebelumnya mereka berada di posisi ketiga dan memiliki harapan untuk melaju ke semifinal. Tim besutan Hassan Shehata itu wajar mengapungkan mimpi, sebab mereka tampil apik dalam dua laga grup sebelumnya.

Di laga pertama, Mesir memang kalah 3-4 dari Brasil. Meski kalah, namun tim wakil Afrika itu sukses merepotkan Brasil. Tertinggal 1-3, Mohamed Zidan dkk. bisa mengimbangi dan memaksakan skor menjadi 3-3. Brasil bahkan digugat sebagian kalangan cuma menang berkat "hadiah" penalti yang diberikan wasit.

Setelahnya, penampilan positif Mesir berlanjut. Juara dunia Italia mereka bekap 1-0. Namun, semua itu luluh lantak sekejap ketika mereka ditekuk AS. Mesir menuding faktor jadwal yang padat sebagai pengganjal mereka merajut mimpi yang lebih indah lagi.

"Kami tak memiliki waktu banyak untuk pemulihan dan persiapan ke laga selanjutnya. Kami kelelahan dan juga kehilangan konsentrasi," ujar asisten pelatih Chawki Gharib seperti dilansir dari USA Today.

Dalam laga melawan AS, Mesir tidak diperkuat oleh striker andalannya, Zidan, akibat cedera hamstring. Inilah salah satu dampak dari kelelahan tersebut, apalagi pemain terbaik mereka gagal menunjukkan performa terbaik karena kendala yang sama.

"Kami berusaha menampilkan yang terbaik, namun kami menerima akibat dari kelelahan tersebut malam ini."

"Malam ini kami harus menarik keluar Ahmed Fathi dan Ahmed Abdelghani. Keduanya cedera dan kami berusaha untuk memasukkan pemain baru yang masih segar," ujar Gharib.

Mimpi indah Mesir di Piala Konfederasi telah berakhir. Namun mereka mengambil pelajaran positif dari kegagalan ini. "Penting bagi kami untuk mempersiapkan dan memotivasi para pemain, untuk hari-hari ke depan. Kami sudah memiliki modal baik untuk itu. Kami punya pengalaman mengatasi juara dunia Italia," tutup Gharib.
(nar/krs)











Hide Ads