Lima pemain Mesir melaporkan bahwa kamar hotel mereka disatroni oleh tangan pencuri pada hari Kamis (18/6/2009), pada saat mereka bertanding melawan Italia di ajang Piala Konfederasi.
Koran Sunday Independent kemudian melaporkan bahwa menurut seorang 'pejabat polisi senior', "tak ada uang yang dicuri dari kotak penyimpanan, tapi kami dengar bahwa mereka sedang minum-minum dan bersama perempuan. Perempuan-perempuan itu yang merampok mereka."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aparat keamanan harusnya fokus kepada tugas mereka untuk melakukan investigasi menyeluruh dan melaporkan hasilnya," ujar Taher dikutip AP.
"Setelah apa yang dimuat di koran, kami meminta pernyataan resmi dari kepolisian untuk menyanggah laporan itu atau menunjukkan bukti-bukti kepada kami, bila bukti itu ada," ketus Taher.
Taher juga mendesak koran yang bersangkutan untuk meminta maaf. Meski menolak memberikan komentar atas insiden itu mengingat masih dilakukannya penyelidikan, Taher mebeberkan kejadian itu dalam versi pihaknya.
"Pencurian itu diketahui oleh pemain setelah pertandingan Mesir-Italia dan langsung dilaporkan ke hotel dan penghubung tim. Polisi tiba pada pagi harinya dan menanyai pemain yang dirampok dan mencatat laporan mereka," demikian Taher.
Brasil Juga Kemalingan
Kejadian pencurian terbaru juga menimpa tim Brasil. Juru bicara Brasil Rodrigo Paiva mengatakan bahwa ada 'beberapa jaket dan sejumlah uang' menghilang dari dua kamar di Hotel Centurion Lake Pretoria yang mereka inapi.
Paiva melanjutkan bahwa pencurian diduga terjadi saat tim Samba mengikuti wisata safari pada hari Jumat (19/6). Dua kamar yang disatroni maling adalah milik bek Kleber serta seorang fisioterapis.
(arp/key)











































