Tiga pertandingan di fase grup dilakoni Brasil dengan kemenangan. Yang terakhir, tim Samba bahkan menghancurkan juara dunia Italia dengan skor telak tiga gol tanpa balas.
Dengan melihat langkah Brasil ini, tak heran bila kemudian mereka diunggulkan untuk menjuarai Piala Konfederasi kali ini. Kans mempertahankan titel yang mereka rebut tahun 2005 pun terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memperlihatkan melawan Italia bahwa kami superior di segala aspek. Kami menundukkan juara dunia dan kami melakukannya dengan cara yang efisien," papar Dunga kemudian.
Di semifinal, Brasil diperkirakan tak akan kesulitan melewati tuan rumah Afrika Selatan. Final impian yang mempertemukan mereka dengan jawara Eropa Spanyol pun sudah di depan mata.
Bila mampu menundukkan Afsel serta Spanyol atau Amerika Serikat, maka Brasil akan mampu mempertahankan gelar Piala Konfederasi yang mereka rebut tahun 2005 di Jerman.
Tetapi Brasil dihantui kutukan. Dua kali mereka menjuarai Piala Konfederasi, dua kali pula mereka gagal menjuarai Piala Dunia yang dilangsungkan setahun berikutnya.
Brasil menjuarai Piala Konfederasi 1997 di Arab Saudi, tetapi di Piala Dunia 1998 harus puas jadi runner-up. Tahun 2005, tim Samba juga juara Piala Konfederasi, tetapi di Piala Dunia langkah mereka terhenti di 8 Besar.
Lalu, bagaimana kali ini?
(arp/)











































