Pada akhir musim lalu, Deschamps ditunjuk oleh Presiden klub Pape Diouf menjadi pelatih Marseille untuk menggantikan Eric Gerets. Artinya, musim depan akan jadi musim perdana Deschamps menangani bekas klubnya tersebut.
Musim belum lagi dimulai, masalah menimpa Marseille. Diouf mundur dari posisinya sebagai presiden setelah berselisih dengan pemilik klub Pierre Henri-Dreyfuss. Alhasil, masa depan Deschamps pun dispekulasikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apapun, Deschamps tak mau fokusnya teralihkan dengan hal-hal tersebut. Urusannya saat ini adalah mempersiapkan Marseille untuk tampil maksimal musim depan setelah musim lalu hanya jadi runner-up di bawah Bordeaux dalam kompetisi Ligue 1.
"Saya teken kontrak sebagai pelatih dan saya tidak pernah meminta lebih dari siapapun. Sekarang yang saya inginkan hanyalah melanjutkan pekerjaan ini dan bisa mengeluarkan seluruh potensi skuad," tegas Deschamps di AFP.
Semasa masih aktif bermain sepakbola, Deschamps membela Marseille pada dua periode, yakni 1989-90 dan kemudian 1991 sampai 1994. Pada tahun 1993, Deschamps yang saat itu jadi kapten mengantar Marseille jadi jawara Eropa usai menundukkan AC Milan 1-0.
Sebagai pelatih, pria 41 tahun itu sebelumnya sudah menangani AS Monaco dan Juventus dengan hasil yang relatif memuaskan. Monaco dibawanya juara Piala Liga Prancis 2003 dan jadi runner-up Liga Champions 2003-04, sedangkan Juve langsung dibawanya promosi ke Seri A usai semusim di Seri B pada 2006-07.
(krs/arp)










































