Puluhan ribu orang, hitam dan putih, berkumpul di jalan-jalan di seluruh negeri. Mengenakan bendera Afsel di leher, topi Bafana-Bafana di kepala serta meniup vuvuzela, mereka mencoba mendongkrak semangat Teko Modise cs yang akan menghadapi Brasil di Johannesburg.
Lebih dari 48 ribu di antara mereka beruntung bisa masuk ke Stadion Ellis Park untuk menyaksikan langsung pertandingan semifinal Piala Konfederasi itu. Mereka berharap Bafana-Bafana mampu membuat kejutan dengan menumbangkan Brasil yang lebih superior.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski gagal menciptakan kisah bak dongeng yang fantastis, keberhasilan Afsel melaju ke semifinal serta mengimbangi Brasil memercikkan harapan bahwa mereka bisa berbuat sesuatu di Piala Dunia tahun depan.
"Saya kecewa, kami sudah sangat dekat," ujar pemuda berusia 21 tahun bernama Justin Rodrigues di situs FIFA. Ia mengaku menyetir mobilnya selama sembilan jam dari kota Grahamstown demi melihat tim kesayangannya berlaga.
"Meski begitu, kami bermain sangat baik dan saya dipenuhi dengan keyakinan bahwa tahun depan, kami akan meledakkan dunia," kata Rodrigues berapi-api.
Rodrigues barangkali benar. Saat puluhan ribu orang itu mengemasi asesorisnya yang ramai di rumah, mereka akan melakukannya dengan tersenyum dan sekali lagi mencoba bermimpi mereka benar-benar akan meledakkan dunia tahun depan.
(arp/key)











































