Amerika sepertinya akan menulis sejarah dengan meraih Piala Konfederasi untuk kali pertama setelah dalam laga final mampu memimpin 2-0 hingga 45 menit pertama. Namun The Stars and Stripes akhirnya tak kuasa membendung Brasil yang terus melancarkan serangan dan akhirnya menang 3-2.
Sama seperti saat menundukkan Spanyol di semifinal, AS mampu mengimbangi kualitas individu 'Samba' dengan permainan cepat mengandalkan fisik pemain-pemainnya. Tapi semua keunggulan tersebut, termasuk dua gol yang sudah dicetak, mendadak lenyap saat Luis Fabiano memperdaya Tim Howard dengan tendangannya sambil membalikkan badan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalah setelah memimpin 2-0 meninggalkan kekecewaan besar di kubu Amerika Serikat. Tapi pelatih Bradley tetap mengaku bangga karena anak didiknya bisa tampil luar biasa.
"Saya sangat bangga pada pemain saya dan kamio telah melakukan pekerjaan dengan baik, tapi itu sangat menyedihkan kami membuang peluang peluang seperti ini."
"Rasanya seperti perpaduan antara kekecewaan besar namun juga sebuah kebanggaan. Itu kekalahan yang sulit diterima. Tapi sekarang kami membuat kemajuan dan kami belajar dari pertandingan semacam ini, tapi itu semua tetap saja tak bisa menjadikan malam ini mudah untuk dilalui," pungkas pelatih 51 tahun itu. (din/roz)











































