Di Stadion Ellis Park, Johannesburg, Senin (29/6/2009) dinihari WIB, AS memulai pertandingan dengan penampilan impresif. Dua gol langsung mereka ciptakan di babak pertama melalui Clint Dempsey dan Landon Donovan.
Namun, mereka tak mampu mempertahankan keunggulan tersebut di babak kedua. Brasil berhasil bangkit dan mencetak tiga gol ke gawang mereka. Imbasnya, trofi Piala Konfederasi pun menjadi milik 'Tim Samba'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harap kami telah membuka mata banak orang dan membuktikan bahwa kami mampu bermain di panggung besar. Tapi, tak perlu dipertanyakan, memang sangat mengecewakan menderita kekalahan," tukas Tim Howard seperti dilansir Reuters.
"Hari ini kami mendapatkan tantangan yang sulit, salah satu tantangan terbesar dan kami hampir berhasil menaklukkannya," ucap Jay DeMerit.
Sementara Donovan berkomentar bahwa kalah dari Brasil bukanlah sebuah hal yang mengejutkan. Namun tetap saja ia menyesalkan bahwa timnya kecolongan dua buah gol yang seharusnya bisa mereka hindari.
"Ini Brasil! Mereka tak akan pernah menyerah dan akan terus melakukan serangan. Memang, kami membuat beberapa kesalahan dan seharusnya kami bisa memainkan bola dengan lebih baik. Kami membiarkan diri kami kecolongan terlalu mudah."
Permainan ciamik AS di final juga diacungi jempol oleh pelatih Brasil, Carlos Dunga. Ia mengatakan bahwa AS memiliki kombinasi taktik dan fisik pemain yang mumpuni.
"Sejak Piala Dunia terakhir mereka berubah menjadi semakin kompetitif. Pemain-pemain mereka mau bertarung dan sukar dihadapi. Tim mereka memiliki taktik dan fisik yang sangat bagus," tandas Dunga. (roz/din)











































