Persiapan Afrika Selatan menjelang Piala Dunia 2010 terganggu dengan aksi mogok para pekerja konstruksi yang mempersiapkan fasilitas untuk penyelenggaraan kejuaraan empat tahunan itu.
Pemogokan hari kedua diikuti 25 ribu pekerja, naik 14 ribu pekerja dibandingkan hari pertama. Aksi kekerasan mewarnai hari kedua. Di Cape Town, kerusuhan pecah ketika pekerja yang membangun rel kereta api melempari orang dan mobil-mobil yang melintas.
Untuk membubarkan aksi, polisi menembakkan gas air mata. Di komplek Stadion Green Point, polisi berhasil membubarkan konsentrasi massa yang terdiri dari kelompok pro-mogok dan anti-mogok. Polisi melaporkan tidak ada yang terluka dalam rangkaian insiden ini.
Pemogokan ini dimulai Rabu (8/7/2009). Para pekerja menuntut bayaran yang lebih layak. Namun tuntutan kenaikan sebesar 15 persen yang diminta tidak disetujui oleh pihak kontraktor yang hanya menyanggupi kenaikan sebesar 10,4 persen.
Aksi mogok kerja ini akan mengganggu persiapan Piala Dunia 2010. Sebab Desember mendatang merupakan tenggat waktu yang diberikan FIFA pada Afrika Selatan untuk membereskan semua stadion dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya untuk gelaran empat tahunan itu.
(roz/arp)











































