Leandro bergabung dengan Fluminense pada bulan Januari dengan status pemain pinjaman dari klub Portugal, FC Porto. Namun pemain berposisi bek kiri ini hanya bertahan hingga bulan April.
Menurunnya performa Fluminense di liga Brasil membuat suporter tidak puas. Beberapa di antaranya melakukan teror terhadap para pemain, salah satu yang menjadi sasaran adalah Leandro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain yang kini memperkuat Vitoria itu juga mencurigai bahwa di antara para pelaku teror itu juga ada orang yang dekat dengannya. "Mereka menelepon nomor rumah saya. Padahal, hanya sedikit orang yang tahu nomor telepon rumah saya. Jadi menurut saya, ada orang dalam yang bermain di sini," ujar Leandro.
Baru-baru ini, suporter Fluminense kembali berulah. Mereka mengganggu sesi latihan klub yang kini terpaku di peringkat ke-18 liga Brasil tersebut dan sempat mencoba menyerang salah satu pemain.
Kejadian ini berlangsung beberapa hari setelah tim yang dibesut Carlos Alberto Parreira itu kalah 0-1 dari Santo Andre, akhir pekan lalu.
Bulan lalu, di kawasan Amerika Selatan kejadian serupa juga terjadi. Teror yang disertai ancaman mati yang dilakukan suporter garis keras memaksa seorang pelatih yang menangani klub Santa Fe (Kolombia) mengundurkan diri.
(a2s/roz)











































