Pernyataan Lippi itu dikeluarkan ketika pelatih yang mengantar Italia menjuarai Piala Dunia 2006 tersebut diwawancarai oleh jurnalis Swiss, Klaus Davi. Namun, Lippi menyanggah kalau pilihan itu dia terapkan karena homophobic.
"Dalam kondisi saat ini, dua pemain timnas tak dapat terlibat dalam hubungan (asmara) terbuka. Ini bukan masalah budaya, tapi lebih karena fakta bahwa hubungan semacam itu akan menciptakan konflik, berkebalikan dari kepentingan dinamika kelompok," ucap Lippi seperti dilansir AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lippi lantas menegaskan bahwa selama 40 tahun dirinya berkecimpung dalam dunia sepakbola, dia belum pernah bertemu homoseksual atau pemain yang gay.
Dia sendiri mengaku tak keberatan memilih pemain yang gay masuk timnas, tapi orang tersebut diyakininya akan kesulitan hidup sebagai pemain sepakbola jika sudah terang-terangan mengaku gay.
Tidak butuh waktu lama pernyataan Lippi itu mendapat reaksi. Sebuah asosiasi terkemuka gay di Italia, Arcigay, menilai bahwa komentar tersebut hanya akan menambah prasangka terhadap kaum homoseksual, terlebih datang dari Lippi yang dihormati oleh kaum muda.
"Kami lelah mendengar politikus, penyanyi dan pelatih yang membuat suasana panas... sebuah kondisi yang kini diracuni oleh ketakutan dan kecurigaan."
"Kami tak ingin ketakutan lagi dan kami harap orang di mata publik memiliki keberanian untuk menegaskan martabat semua orang untuk bisa menjalani hidupnya, hubungannya dan asmaranya dengan terang-terangan," tegas asosiasi itu di Canadian Press.
(krs/a2s)











































