"Bayangkan Chelsea, lalu kalikan dengan 10."
Terdengar angkuh memang, namun itulah janji yang diberikan pemilik Manchester City saat mengakuisisi klub tersebut setahun silam. Setelah tahun pertama yang tak cukup meyakinkan, The Citizens kini tak perlu minder saat harus disejajarkan dengan saudaranya sekotanya, Manchester United.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diawali Gareth Barry dan Roque Santa Cruz, perburuan The Citizens berlanjut dengan membawa Carlos TΓ©vez, Kolo TourΓ©, Emmanuel Adebayor dan Joleon Lescott. Itu belum termasuk Sylvinho dan Stuart Taylor yang didapat dengan cuma-cuma.
Sejauh ini, seluruh pembelian mahal tersebut masih menunjukkan hasil memuaskan. Tak terkalahkan dari tiga pertandingan, dan bahkan jadi satu-satunya yang belum kebobolan, City bertengger di posisi empat klasemen.
Ambisi City untuk bisa menembus papan atas Premier League punya peluang besar terjadi. Soalnya pada saat bersamaan Asenal, MU, dan Liverpool justru kehilangan banyak pemain yang diborong Real Madrid.
Kehilangan Tevez dan Cristinao Ronaldo, 'Setan Merah' cuma mendatangkan Antonio Valencia dan Michael Owen. Sementara Liverpool sepertinya sudah puas dengan Glen Johnson dan Alberto Aquilani untuk menggantikan Xabi Alonso.
Ditinggal Adebayor dan Toure, Arsenal tak banyak membeli pemain pengganti, meski penampilan The Gunners sejauh ini masih sangat impresif. Sementara Chelsea jadi klub yang kekuatannya nyaris tak berubah dibanding musim lalu.
Tapi seberapa jauh City bisa bersaing di papan atas masih harus menunggu setidaknya hingga paruh musim. Pertemuan dengan penghuni lama Big Four akan menunjukkan kesiapan mereka jadi raksasa baru Inggris.
Di daratan Eropa, tercatat cuma Madrid yang bisa menyaingi City dalam hal jumlah uang belanja yang dikeluarkan. Tak tanggung-tanggung, dalam ambisinya membentuk Los Blancos II, Florentino Prez rela menggelontorkan uang hingga 252 juta euro atau sekitar Rp 3 triliun lebih.
Musim ini Galacticos II benar terwujud melalui sosok Kaka, Ronaldo, Alonso, Karim Benzema hingga Raul Albiol. Hasilnya? Baru satu pertandingan digelar dan Madrid bisa menang tipis 3-2 atas Deportivo La Coruna. Tapi misi Madrid masih sangat panjang karena mereka harus melewati hadangan Barcelona sebelum mewujudkan ambisi kembali bertahta di Eropa.
Meski tak sebanyak Madrid, Barcelona seperti tak mau kalah membelanjakan uangnya. Namun dengan skuad yang sudah sangat mapan musim lalu, cuma seorang Zlatan Ibrahimovic yang jadi pembelian besar El Barca. Uang sejumlah 46 juta euro plus Samuel Eto'o harus direlakan Barca demi memelepas Ibra dari Inter.
Dengan pembelian yang 'minim' tersebut, Barca tetap menunjukkan kalau mereka masih jadi kandidat kuat juara. Kemenangan 3-0 atas Sporting Gijon menjadi awal bagus buat Pep Guardiola mengawali tahun kedua masa kepelatihannya.
Di Seri A nyaris tak ada transfer besar terjadi, selain kepergian Kaka ke Madrid dan Ibra ke Barcelona tentunya. Inter Milan dan Juventus jadi tim yang paling aktif bertransaksi.
Demi meraih gelar kelimanya secara beruntun, Inter melakukan pembelian pemain hampir di semua lini. Lucio demi mempekokoh lini belakang, Wesley Sneijder dan Thiago Motta untuk menyolidkan lini tengah, serta Eto'o plus Diego Militto yang bertugas mengumpulkan lebih banyak gol.
Langkah awal Inter memang tersendat saat diimbangi Bari 1-1. Tapi status sebagai calon kuat juara mereka tunjukkan saat menghajar AC Milan 4-0.
Dari Turin, Fabio Grosso, Diego dan Felipe Mello jadi modal Juventus untuk menjaga persaingan dengan Inter. Dua kemenangan yang diraih di dua laga awal menunjukkan kesiapan 'Si Nyonya Tua'.
Akankah belanja besar banyak klub Eropa berujung datangnya tropi di akhir musim nanti? (din/roz)











































