Protes kubu Glasgow Celtic ke UEFA atas aksi diving dudu membuahkan hasil. Pemain Kroasia itu dihukum tak boleh berlaga di dua pertandingan awal Arsenal di Grup H, melawan Standard Liege (16/9/2009) dan Olympiakos (29/9/2009).
Kontan saja keputusan otoritas sepakbola tertinggi di Eropa membuat kubu London Utara itu gerah dan merasa diperlakukan tidak adil. Mereka pun membuat petisi yang intinya balik menyatakan protes atas hasil investigasi UEFA tersebut dan mengaku frustrasi akan hal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, Arsenal menyarankan UEFA untuk lebih tegas dan jelas dalam membuat peraturannya.
Berikut isi pernyataan 'Tim Gudang Peluru'Β yang tertera di situs resminya :
Klub sangat kecewa dengan keputusan UEFA yang menskorsing Eduardo sebanyak dua laga, terhitung mulai laga melawan Standard Liege pada 16 September.
Kami telah diberitahu kalau kami akan menerima keputusan sebenarnya dari UEFA hari Kamis ini. Ketika kami menerima keputusan UEFA itu, kami akan membuat keputusan untuk langkah selanjutnya.
Kami sangat frustrasi dengan cara UEFA yang tidak transparan dan terlihat asal saja dalam menentukan keputusan.Kami percaya sangat penting kalau UEFA menyediakan standar yang jelas dan komprehensif serta secara konsisten ditegakkan untuk membuat sebuah keputusan.
Ini juga menjadi kritik buat UEFA kalau mereka harus membuat peraturan lebih spesifik untuk meninjau setiap pertandingan yang berada di bawah naungan UEFA. (mrp/nar)











































