Talenta pemain-pemain Brasil memang luar biasa. Itu sebabnya di kompetisi liga domestik di berbagai negara di dunia ini, tidak sulit menemukan pemain Brasil. Dari kompetisi di kawasan Eropa seperti Spanyol, Italia, Rusia hingga kawasan Asia seperti Jepang hinga Indonesia, dihiasi pemain Brasil.
Tim-tim Eropa cukup "agresif" dalam memantau perkembangan para pemain Brasil. Bahkan, tim-tim dari Benua Biru berani memboyong pemain dari negeri yang berbahasa Portugis ini ketika usia mereka masih sangat muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Stadion di Brasil mulai sepi dan pertandingannya tidak menarik. Saya memilih menyaksikan liga Inggris, Spanyol, atau Italia. Saya terkadang juga menyaksikan liga Rusia dan Turki. Saya juga akan segera menonton Liga Kazhakstan," demikian Lula da Silva dilansir dari AFP.
"20 tahun silam, kompetisi Brasil merupakan tempat di mana sepakbola terbaik dunia dimainkan. Hari ini para peman terbaik kami terbang ke Spanyol, Inggris, Italia, Prancis," tukas Lula yang juga penggemar klub Barcelona itu.
"Apa yang membuat saya khawatir adalah kompetisi Brasil kehilangan pemain bertalenta ketika mereka berusia 17 tahun dan mereka kembali ketika berusia 32. Ini tidak boleh terjadi, Brasil menjual para pemuda dan mereka kembali menjelang pensiun," tambah presiden yang mulai menjabat pada tahun 2003 itu.
Sebagai solusi, Lula da Silva menawarkan sebuah langkah yakni menyesuaikan jadwal kompetisi antara Brasil dan Eropa. "Saya ingin para pemain memulai dan mengakhiri kompetisi di tim yang sama. Setelah itu, dia bebas pergi," pungkas presiden berusia 63 tahun itu.
(nar/mrp)











































