Menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Azerbaijan di Hanover hari Rabu depan, pelatih Joachim Loew berhasil mendapatkan apa yang dia mau saat menjajal Afsel. Mereka dominan dalam permainan dan barisan belakangnya jarang diusik Bafana Bafana.
Gomez yang bermain sebagai striker tunggal menorehkan gol internasionalnya yang ke-11 di pertengahan babak pertama, sedangkan Oezil mempertontonkan permainan gemilang di lapangan tengah, dan mengukir gol pertamanya buat Jerman di babak kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Loew memperkenalkan sebuah sistem penyerangan yang berbeda dengan Oezil dan Marko Marin bermain di kedua sayap dan Gomez menjadi penyerang tengah tunggal.
"Pelatih ingin mengubah beberapa hal dan kami menggunakan sebuah sistem alternatif, yang itu berjalan sangat baik," analisis kapten Michael Ballack. "Mesut Oezil bermain luar biasa, kami pun bekerja keras dalam bertahan, serta kompak di belakang. Kami memperihatkan ketenangan dan ini adalah penampilan yang baik."
Sebelum kick-off ada sebuah seremoni untuk Bern Schneider. Ia diberi sebuah penghormatan atas kontribusinya untuk tim nasional, setelah terpaksa pensiun di awal tahun karena cedera punggung. Selama karirnya ia tampil dalam 81 pertandingan Der Panzer.
Pada laga ini Jerman memunculkan sebuah next generation dalam diri Oezil, Gomez dan juga Marin. Nama terakhir, yang baru berusia 20 tahun dan memperkuat Bremen, bermain apik dalam penampilan internasionl ketujuhnya ini.
Gomez mengawali kemenangan tuan rumah dengan menuntaskan kerja sama Oezil dan Ballack di menit 37. Finishing striker Bayern Munich itu tak mampu dihentikan kiper Afsel yang bermain di klub divisi II Jerman Arminia Bielfeld, Rowen Fernandez.
Loew mengganti lini depannya setelah turun minum dan memberi kesempatan kepada Miroslav Klose untuk menambahkan caps-nya menjadi 90. Ia pun berduet dengan tandem lamanya di timnas, Lukas Podolski.
Oezil, pemuda keturunan Turki yang baru kali ini menjadi starter untuk Jerman, menorehkan gol kedua untuk timnya di menit 77. Klose berperan besar dalam gol ini dengan membuat umpan diagonal untuk diselesaikan dengan dingin oleh Oezil.
Ballack ditarik keluar di sisa 10 menit untuk dipelihara kondisinya sebelum Jerman menghadapi rival terberatnya di kualifikasi Piala Dunia, Rusia, pada 10 Oktober. Kedua tim memiliki peluang relatif sama untuk menjuarai Grup 4.
(a2s/arp)











































