Cisse mendapatkan penghinaan itu saat membela Panathinaikos menghadapi tuan rumah Olympiakos Volos, Minggu (6/9/2009). Setiap pemain Prancis itu menguasai bola, penonton serempak menirukan suara monyet.
"Saya tidak datang ke Yunani untuk menerima serangan rasis dan tidak membuat para fans menirukan suara monyet setiap kali saya menyentuh bola," keluh Cisse seperti dilansir AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menghadapi Volos, klub Divisi 2 Yunani, eks bomber Liverpool itu mencetak satu gol dan membawa klubnya menang 2-1. Eks bomber Liverpool yang digaet Panathinaikos Juli lalu itu mengkritik wasit yang tidak mengambil tindakan.
"Setelah saya mencetak gol, saya pergi ke dekat fans itu dan meminta mereka diam dan mereka melempar botol pada saya. Saya membalas melempar satu pada mereka," kata Cisse kesal.
Walau menjadi korban hinaan, pelatih Panathinaikos Henk Ten Cate mengkritik tindakan anak asuhnya untuk membalas melemparkan botol kepada pendukung lawan.
"Saya tidak dapat membenarkan tindakan itu. Seorang pemain Panathinaikos adalah seorang profesional dan tidak seharusnya bertindak seperti itu meski mereka diperlakukan seperti itu," tegas Ten Cate.
Setelah kejadian itu, Volos mengeluarkan pernyataan yang mengecam tindakan suporternya sendiri, sementara Panathinaikos memilih diam. Bila Cisse jadi melaporkan kasus ini pada UEFA, maka Volos dan Federasi Sepakbola Yunani dapat dikenai hukuman.
(arp/nar)











































