Pada 5 September silam, Italia mendapatkan tiga poin di Grup 8 kualifikasi Piala Dunia 2010 setelah Kakha Kaladze mencetak dua gol ke gawang sendiri. Menang dengan cara demikian, wajar apabila Gli Azzurri kemudian dihujani kritikan.
Apalagi permainan Italia dalam beberapa bulan terakhir memang tak spektakuler. Padahal sebagai juara dunia ada ekspektasi yang mengharapkan Andrea Pirlo cs. menampilkan sepakbola memukau. Ujung-ujungnya mereka pun diragukan bisa mempertahankan gelar mereka di Afrika Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah langkah besar. Sangat penting untuk memberikan sinyal bahwa kami adalah tim dan telah bersatu lagi, dan inilah yang kami tunjukkan malam ini," ujarnya di Football Italia.
"Kami mengoper bola tanpa henti dan menghibur para penonton, terutama di babak pertama. Sementara di babak kedua kami menguasai tempo permainan."
"Jika kami adalah juara dunia, itu artinya kami telah melakukan sesuatu yang bagus. Sudah tiga tahun sejak saat itu dan orang-orang mulai mengatakan bahwa kami sudah tua, sudah lewat masanya dan sudah habis."
"Malam ini kamu menunjukkan bahwa kami berada dalam permainan terbaik dan kami masih sama bagusnya seperti biasanya," tandas Cannavaro. (roz/arp)











































