Meraih trofi Eropa 2008 dengan mengalahkan Chelsea di partai puncak, MU tak bisa mengulang sukses serupa di tahun berikutnya. Kembali masuk final, mereka ditekuk El Barca 0-2 di Stadion Olimpico, Roma.
Ketika itu, dalam dominasinya yang sangat baik di kompetisi lokal, MU dinilai pantas kalah dari Barcelona. Hal itu tak pernah disangkal Sir Alex Ferguson, dan ia justru menjadikannya sebagai pengalaman dan pelajaran berharga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasan-alasan itu sudah jelas. Kalau sama sekali tak ada alasan, maka kita harus merasa khawatir. Saya pikir (kejadian di Roma) adalah alasan-alasan yang valid. Jadi kami akan bergerak maju."
Diungkapkan pelatih kawakan ini, dirinya tak ingin larut pada alasan-alasan tersebut, namun ia mengambil langkah kongkret. Salah satunya adalah menonton DVD pertandingan melawan Barca di hari libur, dan mempelajari semua hal.
"Hal itu membuat saya merasa lebih jujur tentang semuanya," tukasnya. "Apakah kami telah memilih hotel yang tepat, hal-hal seperti ini, latihan, semuanya. Saya sudah merasa jelas dengan keadaan kami."
MU akan mengawali kiprahnya di Grup B dengan melawan Besiktas. Tim ini juga dihuni juara Jerman VfL Wolfsburg dan wakil Rusia CSKA Moskow. Akhir pekan lalu Wayne Rooney dkk berhasil mengalahkan Tottenham Hotspur 3-1 di Liga Inggris, dan kini menempati peringkat dua di klasemen sementara.
(a2s/key)











































