Menunggu Sentuhan Si Ahli Liga Champions

Menunggu Sentuhan Si Ahli Liga Champions

- Sepakbola
Senin, 14 Sep 2009 12:21 WIB
Menunggu Sentuhan Si Ahli Liga Champions
Jakarta - Yang belum untuk Roman Abramovich adalah Chelsea menguasai Liga Champions. Jose Mourinho yang punya pengalaman memenanginya, gagal. Bagaimana Carlo Ancelotti yang pernah juara dua kali bersama Milan?

Ratusan juta poundsterling atau triliunan rupiah sudah digelontorkan Abramovich sejak membeli Chelsea di bulan Juni 2003. Menggaet pelatih top dan pemain-pemain bintang, mereka sudah mapan sebagai salah satu klub elit di Inggris. Lemari piala Abramovich sudah terisi dua titel Premier League, dua Piala FA, dua Piala Carling, dan dua Community Shield.

So, yang belum adalah trofi Liga Champions, sebagaimana Chelsea tak pernah absen sejak Abramovich masuk. Dari enam musim, mereka bahkan lima kali menembus minimal semifinal. Terbaiknya adalah dua musim lalu ketika John Terry dkk masuk final sebelum ditundukkan Manchester United.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari empat pelatih yang pernah dipekerjakan Abramovich, hanya Felipe Luiz Scolari yang tak mengantarkan The Blues ke level tinggi Liga Champions. Claudio Ranieri, Mourinho, dan Guus Hiddink memimpin hingga semifinal, sedangkan yang terbaik adalah Avram Grant di final 2008.

Di musim ini sosok yang diboyong ke Stamford Bridge adalah orang Italia bernama Ancelotti. Don Carletto, julukannya. Dia punya reputasi tinggi sebagai mantan pemain (timnas Italia), serta punya prestasi hebat sebagai pelatih.

Membawa Milan juara Eropa dua kali (2003 dan 2007) adalah salah satu kualifikasi Ancelotti dipilih Abramovich. Mourinho terbukti tak bisa memberi titel Liga Champions buat Chelsea walaupun pernah melakukannya untuk FC Porto di tahun 2003. Hiddink pun, yang adalah pelatih kaliber timnas di turnamen-turnamen besar, cuma sampai babak empat besar musim lalu, sebelum dihentikan Barcelona.

Maka pertanyaannya adalah, mampukah Don Carletto menularkan pengalaman suksesnya di Liga Champions untuk Chelsea? Pertanyaan yang sangat sulit dijawab, sebagaimana memang tak pernah mudah menebak calon juara turnamen ini, karena tingginya persaingan antarkontestan.

Tapi Ancelotti merintis prosesnya dengan menjanjikan. Lima kali bertanding di Premier League, lima-limanya selalu bisa ia isi dengan kemenangan. Perfetto.

Proses di Eropa akan dimulai Ancelotti di Bridge besok Malam, atau Rabu (16/9/2009) dinihari WIB. Chelsea asuhannya akan menjamu FC Porto. Dua rival mereka yang lain di Grup D adalah Atletico Madrid dan APOEL Nicosia.

Di atas kertas Chelsea tetap tim terbaik di antara ketiga musuhnya itu. Tapi Ancelotti, yang juga pernah merasakan titel Eropa sebagai pemain (Milan) sebanyak dua kali, memerlukan lebih dari babak grup. Dengan kata lain, bukti paling kuat adalah hasil yang diraih di atas lapangan, sampai nanti apakah Chelsea bisa lolos ke Madrid di bulan Mei 2010.

"Saya tidak tahu apakah saya ini ahlinya Liga Champions. Tapi … saya pikir ini adalah kompetisi terpenting di dunia dan sangat sulit memenanginya," demikian deskripsi Ancelotti tentang peluang timnya di turnamen ini. (a2s/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads