Chelsea dan Inter merupakan klub papan atas baik di kompetisi domestik masing-masing maupun di Eropa. Pemain-pemain kelas dunia menjadi amunisi klub tersebut.
Namun, nama besar mereka di Eropa masih belum sempurna. Ini terkait dengan seretnya prestasi kedua klub di Liga Champions, kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa.
Nerazurri terakhir kali menjadi pemenang di tahun 1965 saat kejuaraan masih bernama Piala Champions. Itu adalah trofi Champions kedua bagi La Beneamata , dan sejak itu mereka belum pernah lagi juara. Sementara The Blues sama sekali belum pernah keluar sebagai yang terbaik.
Demi mengobati kerinduan akan gelar tertinggi di Liga Champions, kedua tim mendatangkan seseorang berpredikat 'master' dalam kejuaraan ini.
Chelsea mendaratkan peracik strategi asal Italia Carlo Ancelotti yang pernah dua kali mengantar AC Milan menjadi yang terbaik di Liga Champions, yakni tahun 2003 dan 2007. Ia juga memiliki koleksi medali turnamen yang sama sebagai pemain di tahun 1989 dan 1990.
Sementara Inter merekrut striker Samuel Eto'o . Pria asal Kamerun ini juga dua kali juara Liga Champions (2006 dan 2009) bersama Barcelona. Eto'o selalu mencetak gol di laga puncak.
"Chelsea selalu masuk semifinal setidaknya dalam enam tahun terakhir. Mereka memang belum pernah juara, namun mereka selalu dekat dengan gelar itu," kata Ancelotti seperti dilansir dari Skysports.
"Dua tahun silam, mereka gagal juara karena adu penalti. Saat ini, kondisinya sangat baik untu kami untuk kembali berusaha," ujar pria berjuluk Don Carletto itu.
Bagaimana dengan Eto'o? Pemain bernomor punggung sembilan ini mengingatkan timnya agar memperlakukan setiap partai sebagai big match.
"Inter versus Barcelona akan menjadi laga penting bagi kami karena ini merupakan laga pertama di fase grup. Namun, menurut saya semua laga adalah penting," sebut Eto'o dilansir dari situs resmi Inter.
Jadi, siapakah yang akan lebih dahulu mengobati kerinduan klubnya? Ancelotti atau Eto'o? (nar/key)











































