MU mengawali langkah di Liga Champions musim ini dengan melawat ke markas Besiktas di Stadion Inonu, Istanbul, Rabu (16/9/2009) dinihari WIB.
Catatan 'Setan Merah' ketika melawat ke negeri yang secara geografis terletak di kawasan Asia dan Eropa ini tidak bagus, yakni hanya sekali menang atas Fenerbache (musim 1996/97).
Di musim 2003/04, Fenerbache sukses membalas Ryan Giggs dkk. Sementara di musim 1993/94, skor imbang tanpa gol dengan Galatasaray membuat MU tersingkir dari babak kedua akibat kalah agresifitas gol.
Masihkah trauma itu menghinggapi pasukan Old Trafford? "Kami beberapa kali berlaga di Turki. Dari situ, kami bisa memetik pengalaman," ujar manajer Sir Alex Ferguson seperti dikutip dari situs resmi klub.
Sir Alex mengaku tidak keder dengan suporter tuan rumah yang fanatik. "Saya ingat dalam lawatan terakhir di Istanbul. Ketika itu suporter tuan rumah sudah emmadati stadion sejak tengah hari. Sungguh luar biasa. Itu menunjukkan mereka memiliki loyalitas terhadap timnya," tambah manajer asal Skotlandia itu.
"Saya berharap mereka menciptakan atmosfer yang sama dalam pertandingan nanti. Tipikal atmosfer di Turki sangat unik dan luar biasa," tutupnya. (nar/arp)











































