Di Giuseppe Meazza, Kamis (17/9/2009) dinihari WIB, Inter dan Barcelona sama-sama bermain terbuka. Mengandalkan Lionel Messi, Thierry Henry dan Zlatan Ibrahimovic, beberapa kali Barca mengancam gawang Julio Cesar. Pun begitu dengan Samuel Eto'o, Diego Milito dan Wesley Sneijder yang sempat menguji Victor Valdes.
Berdasarkan catatan pertandingan Soccernet, The Catalans dalam posisi lebih unggul. Di samping penguasaan bola yang 35% : 65%, tim tamu juga membuat lebih banyak tembakan dibanding pihak tuan rumah. Barcelona membuat 15 tembakan dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang, sementara Inter membuat sembilan tendangan dan tiga yang mengarah ke gawang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir itu merupakan pertandingan sepakbola yang bagus dan salah jika orang yang mengatakan kalau pertandingan 0-0 berjalan tidak menarik," ungkap Mourinho di Football Italia.
"Barcelona bukan cuma juara bertahan, tapi juga tim dengan permainan terbaik di Eropa saat ini. Jelas mereka punya kesempatan, tapi kami juga memilikinya. Ini adalah pertandingan dimana masing-masing kubu punya tiga atau empat kesempatan dan jika Anda berhasil bikin gol maka Anda akan menang," sambung dia.
Salah satu kunci sukses Inter menahan imbang Barca adalah ketatnya barisan belakang tim juara Liga Italia itu. Pelatih asal Portugal itu pun mengakui kalau lini belakangnya bermain bagus dan disiplin di sepanjang laga.
"Lebih mudah untuk menciptakan sistem pertahanan baru, tapi lini depan jauh lebih sulit. Itu butuh waktu panjang untuk bisa mengembangkan gaya yang dimiliki Barcelona. Tapi saya puas dengan konsentrasi tim," pungkas dia. (din/roz)











































