Dari sekitar 53 negara yang menjadi anggota UEFA, Liga Inggris menjadi salah satu kompetisi yang jumlah klubnya banyak mederita kerugian. Jika di seluruh Eropa rataanya mencapai 25%, maka di khusus di Premier League sepertiga dari total 20 klub yang berlaga di Divisi utama mengalami defisit keuangan.
Meski begitu Inggris bukan merupakan negara dengan jumlah klub divisi utamanya merugi terbesar. Romania, Ukraina, Republik Ceko dan Polandia adalah negara dengan jumlah klub merugi terbanyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut keterangan Sekretaris Jendera UEFA, David Taylor, di seluruh penjuru Eropa, klub divisi utama yang mampu meraih keuntungan jumlahnya tak sampai 50%. Masalah keuangan yang dialami banyak klub tersebut terjadi meski rata-rata pendapatan mereka telah meningkat tiga kali lipat dibanding 12 tahun lalu, dengan sumbangan terbesar datang dari bagian pemasaran dan hak siar.
Pada beberapa tim, kerugian yang terjadi disebabkan meningkatnya jumlah pengeluaran yang mereka lakukan untuk membayar transfer atau gaji pemain. Taylor menambahkan kalau secara umum jumlah pemasukan klub meningkat hingga 5% tahun kemarin, namun di saat bersamaan pengeluaran untuk pembiayaam pemain naik sampai 9%.
Demi semakin menghindari banyaknya klub yang mengalami kerugian, beberapa hari lalu UEFA sudah mensahkan sebuah regulasi baru yang melarang klub membelanjakan uang lebih besar dari pemasukan yang diterima. Regulasi tersebut baru akan diberlakukan pada 2012.
"Saya menyambut keputusan tersebut. Saya tak sabar menunggu hal ini diimplementasikan," dukung Komisiaris Olahraga Uni Eropa, Jan Figelsepe di Yahoosport.
(din/mrp)











































