Selama ini, sebuah pertandingan sepakbola memakai tiga wasit; satu sebagai wasit utama dan dua jadi hakim garis. Demi meningkatkan akurasi, UEFA menambahkan dua wasit lagi di belakang gawang masing-masing tim.
Meski bertujuan untuk mengeliminasi kesalahan, ternyata kehadiran dua wasit tambahan tidak membuat Moyes puas. Padahal, Everton menang 4-0 saat menghadapi AEK Athens di Goodison Park, Jumat (18/9/2009) dinihari WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengagumkan mereka bisa melihat ayunan lengan kecil dari Louis tapi tidak
tendangan keras yang diarahkan pada dia sebelumnya meski para ofisial itu berada di sekitar kotak penalti," keluh Moyes di Reuters.
"Itu mengecewakan karena tendangan (Juanfran) kepada Saha itu terasa kemarahannya," lanjut Moyes.
UEFA bermaksud menjadikan Europa League sebagai ajang ujicoba lima wasit dan bila dianggap berhasil, maka ajang yang lebih prestisius, yakni Liga Champions bisa mengadopsi model serupa.
Dalam pertandingan Everton kontra AEK, dua asisten wasit di belakang gawang, yakni Hubert Siejewicz dan Pawel Gil, relatif tidak punya pekerjaan. Asisten wasit di belakang gawang dimaksudkan untuk memantau situasi seperti diving, menarik seragam atau melihat apakah bola sudah melewati garis gawang atau belum.
"Mungkin dua ofisial tambahan itu tidak punya pekerjaan. Tetapi mereka ada di sana dan mereka keliru karena tidak melihat tendangan pada Saha sangatlah buruk," tuntas Moyes. (arp/din)










































