Barca akan melakoni laga keduanya di Grup F Liga Champions melawan Dynamo Kiev, Rabu (30/9/2009) dinihari WIB. Performa apik di La Liga ditambah bermain di rumah sendiri, membuat Barca relatif diunggulkan. Apalagi kualitas para punggawa juara bertahan itu tentu setingkat di atas sang lawan.
Lalu bagaimana dengan Kiev? Meski hanya berstatus sebagai tim kelas kedua di ranah Eropa, Kiev tak boleh diremehkan sebab mereka juga sedang bagus-bagusnya dengan tak terkalahkan di 15 laga kompetitif di musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada satu lagi fakta yang harus dicermati oleh Barca sebab pada pertemuan terakhir dengan Kiev 5 November 1997, di ajang yang sama dan juga masih dalam fase grup, Blaugrana menyerah dengan skor 0-4 di Nou Camp. Pada laga itu Sheva jadi sosok menakutkan dengan mencetak hat-trick ke gawang Barca.
Pasukan Catalan yang kala itu masih dibesut Louis van Gaal akhirnya tersingkir dengan menjadi juru kunci Grup C, di bawah Kiev, PSV Eindhoven dan Newcastle.
Bukan tak mungkin mimpi buruk itu bisa terulang lagi jika Barca tak mewaspadai Sheva dan rekannya lain di Kiev. Apalagi Josep Guardiola tengah dibuat pusing dengan badai cedera yang tengah menimpa skuadnya itu.
Thierry Henry dipastikan absen akibat cedera paha saat melawan Malaga Sabtu lalu. Hilangnya striker Prancis itu makin menipiskan stok di lini depan Barca yang sudah ditinggal Borjan Krkic juga karena problem sama. Tak hanya lini depan, di lini pertahanan pun Dmytro Chygrynski kondisinya pun meragukan.
Untungya, mesin gol baru Barca, Zlatan Ibrahimovic, berpeluang besar main meski dirinya masih didera cedera engkel. Ibra memang sedang dalam performa terbaiknya kini dengan selalu bikin gol dalam lima laga di La Liga.
"Dia (Ibrahimovic) tidak dalam kondisi 100 persen namun ia adalah pemain kuat yang tidak pernah mengeluh jika ia harus diturunkan. Lebih penting dari gol-gol yang ia buat adalah variasi alternatif yang dia berikan saat kami menyerang," ujar Guardiola yang dikutip Reuters. (mrp/roz)