Unirea datang dari sebuah kota bernama Urziceni, sebuah kota kecil yang hanya berpopulasi 17.000 penduduk. Mereka memiliki sebuah stadion bernama Tineretului yang kapasitasnya pun tak besar, hanya 7.000 tempat duduk. Stadion itu nyaris bisa menampung setengah penduduk kota.
Unirea maju ke Liga Champions usai menjuarai Liga Rumania musim lalu, mengalahkan rival mereka sekaligus raksasa "Negeri Drakula" itu, Dinamo Bucharest. Hebatnya ketika menjadi juara itu mereka baru tiga musim berada di liga utama Rumania.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan mereka di Liga Champions diawali dengan kekalahan 0-2 melawan Sevilla, namun hal ini tak mengendurkan semangat mereka. Midweek ini mereka akan berhadapan dengan Stuttgart di kandang sendiri.
Mengingat stadion mereka terlampau kecil untuk menggelar pertandingan kandang, mereka pun menyewa stadion milik Steaua Bucharest. Namun demi mendatangkanbanyak penonton, Unirea punya cara tersendiri.
Mereka menurunkan harga jual tiket agar banyak orang datang berbondong-bondong datang ke stadionnya. Sebagai informasi tiket termurah pertandingan itu dijual dengan harga 4,6 euro (sekitar Rp 65 ribu). Bahkan ada beberapa tiket yang dibagikan gratis kepada anak-anak dari sekolah sepak bola.
"Datanglah ke stadion. Tiketnya murah dan jika Anda tak ingin menonton kami, setidaknya hadirlah untuk menyaksikan Marica dan rekan-rekannya," ujar General Manager Mihai Stoica seperti dilansir Reuters. Marica yang dimaksud adalah Ciprian Marica, penyerang Stuttgart yang juga merupakan pemain timnas Rumania.
Sebagai klub kecil yang juga berasal dari kota kecil, Unirea sebenarnya telah mengalami banyak perubahan yang membuat mereka sampai bisa melangkah sejauh ini. Perubahan ini juga tak lepas dari pelatih mereka yang tak lain adalah Dan Petrescu, mantan bek Chelsea dan timnas Rumania.
Petrescu awalnya mengaku dirinya tak puas dengan kondisi skuadnya. Oleh karena itu ia pun melakukan perombakan besar-besaran. Dia diberikan kewenangan oleh petinggi klub untuk memilih sendiri pemain yang ia inginkan.
"Ketika saya datang tahun 2006 saya merasa tak puas dengan keadaan yang ada. Saya pun memutuskan untuk mengganti banyak pemain. Kami menjual 24 orang dan membeli 22 orang," ungkap Petrescu.
"Kami mengikuti Manchester United, di mana manajer adalah orang yang memiliki keputusan akhir dalam membeli dan menjual pemain, bukan petinggi klub," tandasnya. (roz/a2s)











































