Pada matchday I Liga Champions, Arsenal berkunjung ke Stade de Sclessin. Di markas Standard Liege tersebut, tim tamu sudah tertinggal 0-2 di menit-menit awal.
Gawang Arsenal yang dikawal Vito Mannone pertama-tama dibobol Eliaquim Mangala pada menit ke-2. Menyusul kemudian sepakan Milan Jovanovic dari titik putih bikin tuan rumah menggandakan keunggulan di menit ke-5.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itulah mengapa Bacary Sagna yang menjaga sektor kanan belakang pertahanan 'Tim Gudang Peluru' bersikeras bahwa timnya tak boleh lagi lengah seperti itu dan harus fokus sedari bunyi peluit awal saat menjamu Olympiakos, Rabu (30/9/2009) dinihari WIB.
"Saya harap semua siap memberikan 100% di lapangan, termasuk para pemain depan karena merekalah yang paling pertama bertahan. Semua orang tahu kami harus tangguh dalam bertahan untuk bisa bagus dalam menyerang," tegas dia di Eurosport.
Pasca pertandingan lawan Standard tersebut, Arsenal sudah menunjukkan kekokohan di lini belakang. Tiga laga beruntun mereka jalani --dua di Liga Primer dan satu di Piala Carling-- tanpa kebobolan satu gol pun, dengan torehan tujuh gol ke gawang lawan alias rata-rata dua gol tiap partai.
Laju tersebut tak ayal jadi modal berharga untuk memompa kepercayaan diri guna merangkai kemenangan di Liga Champions. Saat ini Arsenal ada di pucuk klasemen Grup H dengan poin tiga, setara dengan Olympiakos yang menang 1-0 atas AZ Alkmaar.
"Saat Anda tak langsung bermain sekuat tenaga, Anda tersingkir. Kami akan berusaha terus main sekuat tenaga di grup ini dan punya kans bagus untuk lolos," sambung Robin van Persie yang akan jadi tumpuan 'The Gunners' di lini depan, seperti dikutip AFP.
(krs/a2s)











































