Terakhir Inter merajai Eropa adalah pada tahun 1965, atau sekitar 45 tahun silam. Setelah itu, klub Hitam-Biru asal Kota Milan itu tercatat cuma dua kali menjadi finalis di tahun 1966β67 dan 1971β72.
"Penyakit" Inter di kompetisi antarklub Eropa tersebut sepertinya belum berakhir di musim ini. Hasil imbang dalam lawatan ke Rubin Kazan memperpanjang catatan buruk anak asuh Jose Mourinho yang tak pernah menang dalam tujuh laga terakhir Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inter saat itu lolos ke babak 16 besar dengan status runner up Grup B, tertinggal dua poin atas Panathinaikos di posisi teratas. Dengan poin delapan, Inter cuma bisa dua kali menang, dua kali imbang dan menelan dua kekalahan.
Di babak 16 besar, juara Liga Italia dalam empat tahun terakhir itu juga dibuat tak berdaya oleh Manchester United. Setelah bermain imbang 0-0 di Giuseppe Meazza, gol Nemanja Vidic dan Cristiano Ronaldo memastikan 'Setan Merah' menang 2-0 di Old Trafford.
Di musim ini performa Inter belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Di matchday pertama dua pekan lalu, mereka banyak ditekan saat menjamu sang juara bertahan Barcelona. Sementara beberapa jam lalu gawang Julio Cesar lebih dulu bobol sebelum akhirnya bisa pulang membawa skor 1-1, dalam laga yang diwarnai oleh kartu merah untuk Mario Balotelli itu.
Dua poin dari dua laga perdana jelas bukan hasil yang diinginkan sang jawara Italia itu. Meski masih ada empat pertandingan sisa di fase grup, jika tak cepat-cepat berbenah, Interisti harus siap memperpanjang penantian untuk menggelar pesta juara Liga Champions.
(din/key)











































