Meski menjalani laga tandang, hanya bermain imbang dengan Rubin Kazan harusnya jadi hasil yang tak memuaskan buat Inter. Apalagi hasil tersebut didapat setelah pada laga pembuka dua pekan lalu mereka juga ditahan Barcelona 0-0 di kandang sendiri.
Meski belum mampu meraih kemenangan dan untuk sementara berada di posisi tiga klasemen Grup F, tambahan satu poin dari lawatan ke Central Stadium, Kazan, Selasa (29/9/2009) dinihari WIB tetap ditanggapi positif oleh Mourinho. Pelatih asal Portugal itu mengaku kalau selain lawannya yang sangat antusias, kartu merah yang diterima Mario Balotelli semakin menyulitkan perjuangan dapat poin maksimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di babak kedua kami mencoba beradaptasi dengan jumlah pemain yang lebih sedikit. Beberapa pemain memang tampil kurang bagus, tapi yang lainnya seperti (Dejan) Stankovic, Maicon, (Zavier) Zanetti dan (Esteban) Cambiasso bekerja keras untuk tim," lanjut dia.
Hal lain yang dituding Mourinho menjadi salah satu sebab kegagalan dapat poin penuh adalah skuad yang tak lengkap. Ketidakhadiran Wesley Sneijder, Thiago Motta dan Diego Milito banyak mempengaruhi performa Inter.
"Benar kalau kami tidak memulai pertandingan dengan baik, tapi kami memberi reaksi yang dinginkan. Saat 10 orang harus berhadapan dengan 11, pemain saya terpaksa bekerja keras, dan saya berterimakasih serta menghargai mereka...Semua pemain membuat usaha yang fantastis, tapi jelas sekali kami merindukan Motta, Sneijder dan Milito," pungkas dia. (din/arp)











































