Puluhan ribu suporter fanatik APOEL siap memadati Stadion GSP di kota Nikosia, Kamis (1/10/2009) dinihari WIB, saat tim kesayangannya menjamu tim raksasa Inggris, Chelsea.
Kehadiran mereka berarti penting bagi APOEL karena dapat menjadi penyuntik semangat yang berharga karena secara obyektif, kekuatan pasukan asuhan Ivan Jovanovic jelas satu atau dua kelas di bawah sang tamu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukti sudah tersaji saat juara Liga Siprus itu melakoni kualifikasi Liga Champions. Babak kualifikasi kedua, ketiga dan play-off berhasil dilewati APOEL dengan kemenangan; bahkan dengan marjin minimal dua gol.
EB/Streymur dari Kepulauan Faroe menjadi korban pertama di GSP saat mereka ditekuk 0-3. Klub Serbia FK Partizan juga dikirim pulang dengan kekalahan 0-2. Terakhir, FC Kopenhagen asal Denmark dipermalukan 3-1.
Suntikan motivasi tambahan datang dari hasil matchday 1. Melawat ke markas Atletico Madrid dengan posisi underdog, ternyata Marcin Zewlakow dkk dapat keluar dari sana dengan satu angka hasil bermain seri 0-0.
Bagaimana pun, APOEL cukup tahu diri. Dibutuhkan lebih dari sekadar dukungan suporter dan motivasi berlipat untuk dapat memetik hasil positif asal Chelsea yang berjubel pemain bintang nan hebat.
"Mereka adalah tim terbaik di grup ini. Kami harus melampaui batas kami sendiri, sesuatu yang sudah sering kami lakukan dan harus kami lakukan lagi," demikian harap Jovanovic sang arsitek tim di Reuters.
(arp/key)











































