Para pemain bintang datang dan pergi, tetapi ada satu yang selalu bertahan. Bukan sekadar bertahan, tapi Giggs selalu memberikan kontribusi maksimalnya bagi The Red Devils.
Seperti terlihat di Old Trafford kala MU menjamu Wolfsburg di laga kedua Grup B Liga Champions, Kamis (1/10/2009) dinihari WIB. Hanya tiga menit setelah MU tertinggal, Giggs mencetak gol untuk membuat skor sama 1-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di babak kedua, peran Giggs tetap vital. Saat laga berusia 78 menit, satu sodorannya diselesaikan Michael Carrick untuk menciptakan gol penentu kemenangan MU.
Bukan sekali ini saja Giggs tampil sebagai protagonis MU. Melawan Arsenal, Giggs adalah arsitek di balik gol bunuh diri Abou Diaby yang membuat MU bisa menekuk rival asal Londonnya itu dengan skor 2-1.
Kiprah apik itu diteruskan saat MU menang 3-1 dari Tottenham Hotspur dengan torehan satu golnya. Manchester City juga disengat Giggs karena tiga dari empat gol 'Setan Merah' ke kandang musuh bebuyutannya itu berasal dari assist sayap asal Wales tersebut.
Akhir pekan lalu, MU yang sempat mengalami deadlock saat melawan Stoke City, akhirnya boleh bernafas lega saat Giggs dimasukkan di babak kedua. Berkat dua assist Giggsy, MU akhirnya unggul 2-0 dan berhasil memuncaki klasemen Premier League.
Bukan hal mudah untuk mempertahankan penampilan di level tertinggi bagi seorang pemain berusia 36 tahun. Tetapi Giggs adalah pengecualian. Totalitas dan kemampuannya tetap vital bagi MU.
"Dia sungguh luar biasa. Dengan semua atribut 'ter' dan pujian yang telah ia dapatkan, saya tak tahu apa masih ada yang dapat diberikan buat dia?" sanjung manajer MU Sir Alex Ferguson di situs klub pasca laga.
"Dia membuat kita lupa pada umurnya. Dia tampak seperti anak muda di lapangan. Anda bisa melihat betapa dia menikmati pertandingan. Dia sangat bugar dan sangat fantastis," tandas Fergie.
(arp/key)











































