Matchday I dilewati Juventus dengan skor 1-1 saat menjamu Bordeaux. Satu angka kembali digapai di partai kedua kala melawat ke markas Bayern Munich, di mana pertandingan berakhir 0-0.
"Jika kami bisa menang, tentu itu akan jadi hasil bagus. Pada akhirnya, Bayern berusaha lebih keras karena mereka main di kandang sendiri, tapi kami bisa menahan mereka dengan cukup baik dan mencatat peluang juga," nilai Buffon di Football Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Die Roten' juga punya peluang lebih banyak, dengan menebar 15 tembakan yang dua di antaranya mengarah ke gawang. Juve hanya bikin delapan tembakan dan dua di antaranya tepat ke gawang.
"Terkadang Bayern menyerang dengan sangat bernafsu, tapi kami solid dan tak memberikan mereka ruang sedikit pun," lugas Buffon bangga.
Penjaga gawang nomor satu Italia tersebut kian senang karena di dalam pertandingan sudah berhasil mematahkan salah satu peluang paling apik Bayern yang dihadirkan oleh salah satu pemain terbaik mereka, Ribery.
Hal itu terjadi di 20 menit pertama pertandingan. Usai melewati Giorgio Chiellini dan Zdenek Grygera, Ribery kemudian berusaha melambungkan bola melewati hadangan Buffon dari jarak sekitar enam meter.
"Dia membuat gerakan bagus dengan melewati para pemain belakang, sesuatu yang akan sangat memuaskan buat pembeli tiket pertandingan. Dia satu lawan satu denganku dan bukannya menendang rendah, dia malah mencoba bikin gol abad ini (dengan men-chip bola)."
"Tapi aku orang yang tinggi dan dia harus mengangkat bola lebih tinggi, sehingga akhirnya malah melambung," ucap Buffon yang punya tinggi 1,91 meter itu seraya pamer senyuman.
Juve kini berada di posisi tiga klasemen Grup A berbekal poin dua. Di atasnya ada Bordeaux dengan raihan poin empat dan kemudian Bayern dengan angka setara.
(krs/mrp)











































