Di seantero Benua Biru, hasil yang bisa dianggap paling mengejutkan tentu saja kekalahan Real Madrid atas Sevilla. Los Rojiblancos memang bukan tim ecek-ecek yang bisa dianggap remeh, tapi mengingat apa yang telah dibelanjakan Los Merengues pada musim panas lalu, skor 2-1 dalam laga di Ramon Sanchez Pizjuan terasa mengganjal.
Inilah kekalahan pertama Madrid di musim ini, setelah lima pertandingan awal selalu disudahi dengan perolehan tiga poin. Sama sekali tidak mengancam peluang pasukan Manuel Pellegrini dalam perebutan gelar juara karena kompetisi masih sangat dini, tapi karena di laga lain Barcelona masih belum berhenti menang, Madrid sedikit tertekan atas hasil di pekan keenam ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juga menelan kekalahan untuk kali pertama di musim ini adalah Juventus. Menyambangi Palermo, 'Si Nyonya Tua' dipaksa pulang dengan tertunduk setelah gawang Gianluigi Buffon dibobol dua kali tanpa balas, 0-2.
Hasil tersebut menodai performa Bianconeri yang belum kalah di sepanjang musim ini, meski mereka sesungguhnya tengah dalam tren menurun. Sebelum laga di Renzo Barbera, Senin (5/10/09) dinihari WIB tersebut, Juve dua kali bermain imbang dengan Genoa (2-2) dan Bologna (1-1) di Seri A.
Juventus mungkin masih belum khawatir atas hasil tersebut karena selisih mereka dengan Inter Milan di posisi teratas masih dalam jarak aman, terpaut dua angka. Sehari sebelumnya, Nerazzurri juga haru berjuang susah payah sebelum akhirnya menang 2-1 atas Udinese lewat gol penentu dari Wesley Sneijder di masa injury time.
Dua klub besar Premier League juga dipaksa menerima ketidakpuasan sepanjang akhir pekan kemarin. Bertanding di Old Trafford, Manchester United diimbangi Sunderland dengan 2-2. 'Setan Merah' bahkan beruntung tak sampai kalah karena baru bisa bikin gol penyama di masa injury time, itupun lewat bunuh diri Anton Ferdinand.
Sedangkan laga big match yang mempertemukan Chelsea kontra Liverpool, tim tamu jadi pihak yang kalah. Di Stamford Bridge, dua gol The Blues dipersembahkan Nicolas Anelka dan Florent Malouda, tambahan tiga poin dari hasil tersebut mengantar John Terry cs kembali ke puncak klasemen.
Malang buat Liverpool karena musim ini kekalahan sudah begitu akrab dengan mereka. Selain menjadi kekalahan kedua dalam tempo empat hari, tengah pekan kemarin ditundukkan Fiorentina di Liga Champions, khusus di Liga Inggris saja Steven Gerrad cs sudah tiga kali tak dapat poin. Dua tim lain yang sempat memaksa mereka tumbang adalah Tottenham Hotspur dan Aston Villa.
Di Liga Prancis kondisi serupa terjadi. Bordeaux yang di tujuh laga perdananya berhasil mengumpulkan enam kemenangan dan satu hasil imbang akhirnya tumbang akhir pekan kemarin. Bertamu ke St. Etienne, mereka kalah 1-3.
Terkait bertumbangannya para jagoan di masing-masing kompetisi papan atas Eropa, fenomena ini sesungguhnya sudah terlihat sejak awal musim. Hampir di seluruh kompetisi papan atas, tak ada tim yang tak tersentuh.
Di Premier League misalnya, Liverpool dapat dua kekalahan memalukan atas Spurs dan Villa, begitu juga dengan MU yang sempat dikejutkan Burnley. Chelsea? Pekan lalu mereka dihantam Wigan Athletic dengan 1-3. Sedangkan Arsenal dua kali bertekuk lutut atas dua klub asal Manchester.
Di Italia kondisinya tak jauh beda. Jika AC Milan sudah jauh tertinggal dari persaingan papan atas, Nerazzurri sudah menderita satu kekalahan saat bertandang ke Sampdoria.
Sejauh ini, di negara dengan kompetisi yang dianggap papan atas Benua Eropa, tercatat cuma Barcelona dan Olympique Lyon yang belum terkalahkan. Catatan The Catalans lebih fenomenal lagi lantara mereka selalu menang di enam laga yang sudah dilakoni, sementara Lyon sempat dua kali diimbangi lawan-lawannya. (din/arp)











































