Tango Meretas Samba 2002

Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2010

Tango Meretas Samba 2002

- Sepakbola
Selasa, 06 Okt 2009 13:52 WIB
Tango Meretas Samba 2002
Jakarta - Sebelum akhirnya jadi juara dunia 2002, Brasil sempat dibuat was-was lantaran hampir gagal ke Korea-Jepang. Berkaca dari hal tersebut, publik Argentina meyakini Tango masih bisa lolos dan jadi juara.

Delapan tahun lalu, Piala Dunia yang untuk kali pertama di gelar di Asia nyaris berjalan tanpa salah satu kekuatan terbesarnya. Brasil yang merupakan runner-up di edisi sebelumnya di luar dugaan menjalani pertarungan yang luar biasa berat untuk bisa mendapat tiket ke Korea-Jepang.

Saat itu Brasil cuma berhasil memetik satu kemenangan dari sembilan laga tandang. Empat laga terakhir dalam rangkaian tersebut bahkan berkesudahan dengan kekalahan. Samba terancam gagal lolos ke Piala Dunia untuk kali pertama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Luis Felipe Scolari akhirnya tetap bisa mengantar Brasil melangkah ke putaran final. Di klasemen akhir zona CONMEBOL, Rivaldo cs duduk di posisi tiga dengan poin 30. Mereka terpaut 13 dari Argentina di posisi teratas dan cuma unggul tiga poin dari Uruguay yang harus bertarung di babak playoff.

Hebatnya, Brasil kemudian bisa jadi juara di Korea-Jepang. Sukses inilah yang coba untuk diulang Argentina jelang bergulirnya dua laga terakhir babak kualifikasi sepanjang weekend dan tengah pekan mendatang.

Argentina sendiri kini masih terlempar di urutan lima, posisi yang akan mengharuskan mereka ikut playoff untuk bisa lolos ke Piala Dunia. Albiceleste kalah di empat pertandingan terakhir, termasuk tiga di bawah asuhan Maradona. Sedangkan dari delapan lawatan, cuma satu kemenangan berhasil didapat yakni saat menyambangi Venezuela di laga perdana.

Maradona punya dua kesempatan lagi untuk bisa meloloskan Argentina ke Afrika Selatan 2010. Akhir pekan ini Lionel Messi cs akan menjamu Peru dan berlanjut dengan mengunjungi Uruguay empat hari berselang.

"Saya baru saja pulang dari Argentina dan tak ada pesemistis terlihat di sana, meski bisa Anda rasakan ada kekhawatiran," ungkap Mario Kempes pada New York Times terkait peluang Argentina lolos ke Piala Dunia 2010.

Dengan banyak individu hebat yang dimiliki, terasa janggal melihat tertatihnya Argentina di babak kualifikasi ini. Mungkinkah Argentina mengalami tekanan kualifikasi seperti yang dirasakan Samba 2002 namun kemudian berhasil melepaskan diri dan bermain lepas di putaran final untuk kemudian jadi juara?

Jelas terlalu dini untuk membicarakan Argentina merebut gelar juara dunianya yang ketiga karena untuk lolos saja mereka masih perlu perjuangan keras. Namun Kempes yakin kalau kesulitan yang dilalui Argentina saat ini akan banyak membantu mereka di fase berikutnya.

"Sebelumnya, Argentina tak pernah berjuang sesulit ini untuk bisa lolos kualifikasi. Kadang tidaklah buruk untuk merasa takut. Itu bisa membantu Anda di tahap selanjutnya," pungkas pahlawan Argentina di Piala Dunia 1978 dan juga sempat membela Pelita Jaya itu.

Argentina sesungguhnya pernah merasakan sendiri bagaimana mereka harus bersusah payah di babak kualifikasi namun kemudian bisa lolos dan bahkan jadi juara. Tahun 1985 Maradona berhasil mencetak gol ke gawang Peru yang mengubah kedudukan menjadi 2-2 saat pertandingan tersisa lima menit.

Tambahan satu poin dari laga dramatis itu cukup untuk meloloskan Argentina ke Meksiko 1986. Dan sebagaimana sejarah sudah tercatat, Albiceleste mampu jadi juara di sana setelah menang 3-2 atas Jerman Barat. (din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads