'Domenech Salah Semua'

'Domenech Salah Semua'

- Sepakbola
Selasa, 06 Okt 2009 15:03 WIB
Domenech Salah Semua
Bordeaux - Serangan pada pelatih timnas Prancis Raymond Domenech dilancarkan lagi menjelang babak kualifikasi Piala Dunia akhir pekan ini. Pelatih 57 tahun itu dinilai telah melakukan semuanya dengan salah.

Adalah mantan pemain Christophe Dugarry yang mengeluhkan keberadaan Domenech, yangΒ  hingga kini bertahan sebagai komando skuad meskipun Les Bleus terseok-seok dalam perjuangannya ke putaran final Piala Dunia 2010.

Dengan sisa dua pertandingan, Prancis masih terpaut empat angka dari pimpinan sementara Grup 7, Serbia. Banyak kalangan memperkirakan Thierry Henry dkk paling banter bisa memburu tiket ke Afrika Selatan lewat jalur playoff di antara tim-tim runner up Zona Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kami tidak mempertahankan dia, satu-satunya pertanyaan buat diri kami sendiri saat ini adalah: bagaimana kami memenangi Piala Dunia?" demikian Dugarry kepada Le Parisien yang dikutip Soccernet. "Karena dia, kami kini menanyakan satu hal lain: bagaimana kami lolos ke Afrika Selatan?"

Domenech dianggap beruntung saat membawa Prancis menjadi runner up Piala Dunia 2006, dan mulai dituntut mundur ketika "Si Ayam Jago" tampil buruk di Euro 2008.

Di babak kualifikasi Piala Dunia 2010, Domenech sering memunculkan kemarahan publik Prancis akibat hasil-hasil yang buruk. Mereka antara lain kalah dari Austria dan menang tidak meyakinkan dari tim-tim lemah seperti Kepulauan Faroe dan Lithuania.

Gaya Domenech juga dipertanyakan, lebih-lebih karena ia terkesan bebal dengan setiap kritikan. Ia sering memainkan pola yang tak jelas, menggeser-geser posisi seorang pemain, dan yang paling "lucu" adalah keyakinan mistisnya untuk tidak memakai pemain berzodiak Scorpio -- David Trezeguet adalah korbannya.

"Menyedihkan. Kalau saya ada di tempat Domenech saat ini, saya pasti sudah melakukan apapun yang berlawanan dengan dia sejak awal. Dia telah melakukan semuanya dengan cara yang salah," tandas Dugarry, eks bomber Bordeaux, Milan, Barcelona, Marseille dan Birmngham City itu, yang juga anggota skuad Prancis saat memenangi Piala Dunia 1998. (a2s/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads