Pemain Lokal Solusi Argentina?

Jelang Kualifikasi Piala Dunia

Pemain Lokal Solusi Argentina?

- Sepakbola
Rabu, 07 Okt 2009 11:12 WIB
Pemain Lokal Solusi Argentina?
Jakarta - Maradona mengandalkan 100% pemain Eropa-nya saat ditaklukkan Brasil dan Paraguay. Kalau dia kini menambah pemain lokal di dua laga pamungkas, itu mungkin bisa menyelamatkan Albiceleste.

Maradona tak bisa disalahkan saat dia memutuskan memakai seluruh pemainnya yang merumput di 'Benua Biru' kala harus menjamu Brasil dan melawat ke Paraguay di awal September lalu. Dengan nama-nama besar semisal Javier Mascherano, Lionel Messi, Sergio Aguero hingga Carlos Tevez, harapan untuk bisa menang jelas terbuka lebar.

Namun gemerlap bintang 'Tango' tersebut tetap tak mampu memberi kemenangan yang dicari, Argentina kalah 0-1 dalam lawatannya ke Paraguay setelah empat hari sebelumnya dipermalukan Brasil 1-3 di kandang sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyimak serangkaian kekalahan yang diderita Argentina memang sangat mengherankan. Lionel Messi yang digadang-gadang jadi calon pemain terbaik dunia seperti tak bisa berbuat apa-apa, juga Aguero yang jadi nyawa Atletico Madrid serta senioritas Zavier Zanetti.

Guardian menyebut kalau apa yang dialami Argentina tersebut terjadi karena tingginya ekspektasi yang disandarkan pada pemain-pemain Eropa tersebut. Padahal pemain-pemain asal Amerika Utara harus rela berkorban untuk bisa memperkuat negaranya. Bayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan Zanetti untuk terbang dari Milan ke Buenos Aires.

Pesepakbola yang merumput di Eropa juga disebut sudah berorientasi uang saat harus bermain. Mereka mungkin tak pernah lagi benar-benar tertarik memperkuat timnas untuk pertandingan-pertandingan di level kualifikasi. Hal berbeda akan ditemui pada pemain lokal yang merumput di Liga Argentina.

Pemain-pemain lokal justru bakal tampil habis-habisan jika dipercaya memperkuat di timnas. Sedikit ironis mungkin, namun pemain lokal diyakini ingin bersinar di timnas supaya bisa dilirik klub-klub Eropa.

Punya banyak pemain berskill hebat terbukti tak banyak membantu Maradona karena dia seperti pusing sendiri menentukan skuad utamanya. Hanya dalam enam pertandingan babak kualifikasi, pahlawan Argentina di Piala Dunia 1986 itu sudah mendaftarkan 31 pemain, termasuk mengganti tiga kiper.

Apa yang dialami Maradona tersebut mirip dengan pengalaman Brasil di Piala Dunia 2002. 'Tim Samba' yang terseok di babak kualifikasi tercatat sempat memainkan 62 pemain sebelum akhirnya melangkah ke Korea-Jepang. Padahal saat lolos dengan mudah ke Piala Dunia 2006, Brasil cuma menurunkan 34 pemain saja di sepanjang kualifikasi.

Ghana mungkin tak bisa dijadikan ukuran dibanding Peru dan Uruguay yang akan dihadapi Argentina dalam sepekan ke depan. Namun kemenangan 2-0 atas negara Afrika itu beberapa hari lalu saat lebih banyak mengandalkan pemain lokal bisa jadi harapan baru buat Maradona dan Argentina.

Yang kemudian disayangkan dari pemilihan pemain lokal tersebut adalah masuknya pemain-pemain gaek. Palermo tahun ini berusia 35, sedangkan Juan Veron menginjak angka 34 dan Rolando Schiavi berusia 36 tahun.

Skuad Argentina
Sergio Romero (AZ Alkmaar), Mariano Andujar (Catania), Diego Pozo (Colon); Emiliano Insua (Liverpool), Fabricio Coloccini (Newcastle), Gabriel Heinze (Marseille), Pablo Zabaleta (Manchester City), Nicolas Pareja (Espanyol), Nicolas Otamendi (Velez Sarsfield), Rolando Schiavi (Newell's Old Boys), Luciano Fabian Monzon (Boca Juniors); Javier Mascherano (Liverpool), Luis Gonzalez (Marseille), Jonas Gutierrez (Newcastle), Angel Di Maria (Benfica), Pablo Aimar (Benfica), Federico Insua (Boca Juniors), Juan Sebastian Veron (Estudiantes), Enzo Perez (Estudiantes), Mario Bolatti (Huracan); Lionel Messi (Barcelona), Sergio Aguero (Atletico Madrid), Carlos Tevez (Manchester City), Gonzalo Higuain (Real Madrid), Ezequiel Lavezzi (Napoli), Martin Palermo (Boca Juniors). (din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads