Selama kurang lebih setengah musim, Ballack menjadi anak buah Hiddink di Chelsea. Di bawah kendali sang Meneer, tim London Barat itu dibawa meraih gelar Piala FA.
Di akhir musim 2008/2009, Hiddink harus berpisah dengan The Blues untuk kembali ke tugas utamanya yakni menangani tim nasional Rusia. Ketika itu banyak pemain yang menginginkan Hiddink bertahan. Ballack merupakan salah satunya, selain kapten tim John Terry dan kiper Peter Cech.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ballack harus memimpin Der Panzer mengatasi pasukan mantan guru-nya itu untuk lolos ke Piala Dunia. Sedang Hiddink wajib mengantar Beruang Merah meraih tiga poin guna menjaga peluang meraih tiket langsung.
Laga tersebut akan dimainkan di lapangan sintetis. Bagi pemain yang belum terbiasa tentu akan sulit mengendalikan bola di atas permukaan rumput buatan ini.
Meski begitu Ballack tak gentar. "Saya baru beberapa kali berlatih di lapangan sintetis dan belum pernah bermain di atas permukaan seperti ini. Namun kami sudah melakukan persiapan dengan baik," seru pemain berusia 33 tahun itu seperti dilansir dari AFP.Β
"Memang kami kurang familiar dengan lapangan seperti ini. Namun Rusia juga tidak terbiasa, jadi menurut saya permukaan lapangan tidak akan menjadi faktor penentu," lanjut pemain Chelsea bernomor punggung 13 itu.
Rusia terakhir kali tampil di Luzhniki saat menekuk Inggris di kualifikasi Piala Eropa 2008, dua tahun silam.
Bagaimana tanggapan Hiddink? "Bulan lalu saya berada di London, mengunjungi Chelsea, dan berjumpa dengan Michael (Ballack)," ujar pelatih asal Belanda itu dilansir dari Reuters.
"Michael selanjutnya menantang saya. Ia berkata Jerman bisa menundukkan atau minimal menahan seri kami. Saya hanya membalas, 'Selamat Datang di Moskow'," lanjut pria berusia 62 tahun itu.
Rusia, sejak masih bernama Uni Soviet, belum pernah mengalahkan Jerman atau pun Jerman Barat.
"Saya tidak tahu tentang fakta itu. Namun itu bukan berarti kami tidak bisa mengatasi mereka," ujar Hiddink.
Pria yang pernah membesut Korea Selatan dan Australia itu kemudian mengenang kemenangan Rusia atas Inggris di penyisihan Euro 2008.
"Sebelum laga itu, catatan kami melawan Inggris juga tidak bagus. Jadi kami akan menghadapi laga akhir pekan nanti dengan kepercayaan diri yang sama dan yakin bahwa hasil positif bisa kami raih," tuntasnya.
Memang hasil seri tidak akan menghapus peluang Andrei Arshavin dkk lolos ke Afika Selatan. Tetapi Hiddink bertekad untuk tetap mengejar kemenangan.
"Saat ini kami memang sudah mengamankan tempat play-off. Hal itu membuat kami menjadi lebih bebas. Kami tidak perlu main aman mencari hasil seri. Jadi kami berani ambil risiko dengan tampil menyerang," tuntas arsitek timnas Rusia sejak April 2006 itu.
Foto: Michael Ballack sedang berlatih disaksikan oleh Guus Hiddink dan asisten manajer Ray Wilkins. Foto diambil Februari 2009 (Reuters) (nar/arp)











































