Akhir pekan ini, Jerman akan melawat ke markas Rusia untuk melakoni laga kualifikasi Piala Dunia zona Eropa. Bagi kedua tim, kemenangan wajib hukumnya. Untuk Tim Panser tiga poin berarti lolos ke Afrika Selatan, sedang bagi Beruang Merah kemenangan berguna untuk menjaga peluang meraih tiket langsung.
Namun duel antara kedua negara tak hanya berkutat pada masalah tiket langsung ke Piala Dunia saja. Duel ini bisa dijadikan ajang pembuktian kualitas bagi striker dari kedua negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun situasi ini tetap mendatangkan kritik. Mantan pemain nasional Jerman Gerd Muller menilai di eranya Klose, Podolski, dan Mario Gomez tidak akan pernah mendapat kesempatan bermain untuk timnas.
"Bila Anda menyaksikan striker yang memperkuat timnas, di era saya, mereka tak diperbolehkan bahkan hanya sekadar mencium bola," kata pria yang mendapat julukan Der Bomber ini seperti dilansir dari Goal,Β beberapa waktu lalu.
Masalah yang sama juga dialami oleh Rusia. Ujung tombak andalan mereka, Roman Pavlyuchenko memang menempati tempat kedua top skorer dengan lima gol. Meski begitu Pavlyuchenko gagal mendapatkan tempat utama di klubnya Tottenham Hotspur.
Diberitakan kantor berita Rusia, Ria Novosti, kondisi ini membuat pelatih Guus Hiddink harus memilih apakah menjadikan penyerang jangkung itu sebagai starter atau tidak.
Dalam laga kualifikasi Piala Dunia terakhir yakni melawan Wales, Pavlyuchenko baru bermain di pertengahan babak kedua dan mencetak satu gol dalam laga yang dimenangi Beruang Merah 3-1 itu. Untuk melawan Jerman yang lebih kuat dibanding Wales, akankah Pavlyuchenko kembali disimpan?
Foto: Roman Pavlyuchenko, Miroslav Klose (Reuters/AFP) (nar/din)











































