Hormat Azzurri untuk Mr.Trap

Jelang Irlandia vs Italia

Hormat Azzurri untuk Mr.Trap

- Sepakbola
Jumat, 09 Okt 2009 13:47 WIB
Hormat Azzurri untuk Mr.Trap
Dublin - Giovanni Trapattoni adalah satu manajer tersukses yang pernah dilahirkan oleh Italia. Maka para pemain Azzurri pun menaruh hormat besar kepada Mr.Trap saat berduel dengan Republik Irlandia yang kini ditangani pria 70 tahun itu.

Memulai karir kepelatihannya di AC Milan pada tahun 1974, Trapattoni mulai menunjukkan giginya ketika menangani Juventus medio 1976-1986. Dalam rentang waktu itu ia mempersembahkan enam gelar scudetto untuk klub asal Turin itu dan gelar Piala Champions pada tahun 1985. Pindah ke klub besar lainnya, Inter Milan, pun ia berhasil menuai sukses dengan satu titel Seri A (1989) dan Piala UEFA (1991).

Tak hanya di Italia saja, tuah Trapattoni pun ternyata berlanjut saat dirinya menangani klub Eropa lainnya. Bersama Bayern Munich, Benfica dan Red Bull Salzburg, gelar juara liga lokal setempat pun diberikannya kepada ketiga klub tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di level timnas pun, Trapattoni sempat dipercaya untuk melatih dari tahun 2000-2004. Namun demikian, Trappatoni tak bisa berbicara banyak karena babak 16 besar Piala Dunia 2002 dan tersingkir dari fase grup pada Piala 2004 adalah pencapaian maksimalnya.

Meski tanpa prestasi di timnas, rupanya itu semua tak mengurangi rasa respek para mantan anak didiknya di sana. Bagi Nicola Legrottaglie, Trappatoni adalah sosok pelatih berkelas dan karena Trapattoni lah bek Juve itu bisa mengecap rasanya pertama kali mengenakan kostum timnas.

Dan kedua pun akan bertemu saat Italia bertandang ke Dublin akhir pekan ini untuk melakoni laga penentuan lolosnya mereka ke Afrika Selatan 2010.

Kedua tim dibedakan empat angka dan dengan hasil seri saja tiket ke PD 2010 pun didapat Italia. Sementara kemenangan bagi Irlandia akan menghidupkan peluang mereka untuk lolos langsung.

"Sungguh menyenangkan bertemu Trapattoni kembali. Dia adalah pelatih pertama yang percaya padaku untuk memanggil ke timnas dan memainkanku," kenang Legrottaglie kepada Sky Sports.

"Jika kami datang ke Irlandia untuk sebuah laga krusial, ini berarti Trapattoni dan timnya telah melakukan hal yang luar biasa di fase kualifikasi inn," pujinya lanjut.

Tak hanya Legrottaglie saja yang memuji Trapattoni, begitu pun dengan Daniele de Rossi. Meski tak pernah dilatih oleh Trapattoni, baik di klub mau pun timnas, De Rossi menilai kalau pria kelahiran Milan itu adalah seorang yang bertangan dingin.

Itu dibuktikan dengan kiprah Robbie Keane dkk di Pra Piala Dunia 2010 ini, dengan tak terkalahkan di delapan laganya.

"Dia adalah pelatih yang sudah melakukan banyak hal hebat dalam karirnya. Sekarang ia sudah membawa Irlandia ke level lebih tinggi. Dia selalu sukses di mana saja," ujar De Rossi. (mrp/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads