Uruguay dan Argentina tengah berkejaran untuk meraih tiket langsung ke Piala Dunia 2010. Tengah pekan ini, kedua negara itu akan bertarung untuk memperebutkan jatah terakhir tiket langsung ke Afrika Selatan.
Bila ingin lolos otomatis, Diego Forlan dkk. wajib menundukkan Lionel Messi cs. Uruguay sedikit di atas angin, karena laga ini akan mentas di kandang sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vizuete mengklaim bahwa tim berjuluk La Celeste Olimpica itu berusaha memperlambat tempo, membuang-buang waktu ketika mendapat hadiah tendangan bola mati, dan melakukan pelanggaran-pelanggaran yang tak perlu.
Ucapan pelatih Ekuador itu ternyata sejalan dengan hasil pertandingan yang dilakoni Uruguay sejauh ini. Dalam tiga laga terakhir di kualifikasi Piala Dunia, tim besutan Oscar Washington Tabarez itu hanya kebobolan tiga gol, masing-masing satu di setiap pertandingan. Ada pun hasil yang mereka petik dalam tiga partai terakhir adalah dua kali menang dan sekali kalah.
Apakah strategi permainan negatif Uruguay, setidaknya menurut pandangan Vizuete, akan kembali diterapkan melawan Argentina?
Bisa jadi. Pasalnya, strategi membuang waktu cukup efektif diterapkan ketika melawan tim yang cukup menemui kesulitan dalam mencetak gol seperti Albiceleste.
Dalam lima pertandingan terakhir di kualifikasi Piala Dunia 2010, tim besutan Diego Maradona dua kali gagal mencetak gol yakni ketika melawan Ekuador dan Paraguay. Ada pun total gol yang telah disunting dalam lima partai terakhir adalah empat.
Foto: Striker Uruguay Diego Forlan (kanan) bersama pelatih Oscar Washington Tabarez (Reuters)
(nar/din)











































