"Sang pria brewok (Tuhan Yesus) telah datang mengunjungi stadion River (Plate) ini."
Maradona mungkin sudah dianggap sebagai tuhan oleh beberapa orang di Argentina, tapi faktanya dia tetap mengucap syukur yang teramat sangat menyusul kemenangan dramatis atas Peru beberapa hari lalu. Kira-kira dua pekan sebelumnya, pelatih gemuk itu juga menyatakan keyakinan kalau Tuhan akan campur tangan membantu kelolosan Tango ke Afrika Selatan 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi perjuangan Maradona tak selesai sampai disitu karena di laga terakhir ancaman besar masih menghadang saat harus bermain di Stadion Centenario menyambangi Uruguay. Mengingat Diego Forlan dkk juga punya kewajiban menang untuk menjaga kesempatan lolos, atau setidaknya ikut jalur playoff, laga ini dipastikan bakal ekstra sengit.
Di sinilah skenario neraka itu bisa muncul buat Argentina. Sepanjang babak kualifikasi zona CONMEBOL, Uruguay adalah salah satu tim dengan rekor kandang terbaik. Tercatat cuma Brasil yang bisa menundukkan mereka di kandang (skor akhir 4-0), sedang di delapan laga lainnya berkesudahan tiga kemenangan dan lima hasil imbang.
Sejarah mencatat kalau kedua tim sudah saling berhadapan 176 kali sejak pertemuan pertama di tahun 1901. Namun untuk laga di Kamis (15/10/2009) dinihari lusa, kubu tuan rumah akan mengingat bagaimana mereka mengukir sejarah menjadi juara dunia di tahun 1930 silam.
Pada Piala Dunia edisi perdana itu, Uruguay menundukkan Argentina dengan skor 4-2 di laga final. Kalau memori usang tersebut coba didengungkan lagi jelang laga pamungkas babak kualifikasi Piala Dunia 2010, itu karena venue pertandingan untuk kedua laga tersebut adalah Estadio Centenario, Kota Montevideo.
Jalan Argentina untuk lolos sesungguhnya cukup mudah karena hasil imbang sudah akan bisa memberi mereka tiket langsung, dengan catatan Ekuador tak mengalahkan Chile dengan selisih gol lebih dari lima. Namun skenario Argentina gagal lolos, bahkan tidak ke playoff sekalipun masih berpotensi muncul.
Posisi enam klasemen akan jadi milik Albiceleste jika mereka kalah atas Uruguay dan di tempat lain Ekuador menang atas Chile. Dengan catatan bagus Uruguay di kandang sendiri dan fakta bahwa Chile sudah memastikan lolos yang membuat mereka mungkin tak tampil maksimal, skenario neraka bisa dialami Argentina di Estadio Centenario.
Argentina Gagal lolos jika
* Kalah atas Uruguay dan di laga lain Ekuador menang atas Chile (Argentina duduk di posisi enam dengan poin 25, di bawah Uruguay (27) dan Ekuador (26))
Argentina lanjut ke playoff jika
* Imbang dengan Uruguay DAN (1) Ekuador mengalahkan Chile lebih dari enam gol atau (2) Ekuador mengalahkan Chile dengan selisih pas lima gol
* Kalah atas Uruguay dan Ekuador gagal mengalahkan Chile
Argentina lolos langsung jika
* Menang atas Uruguay
* Imbang dengan Uruguay namun dengan catatan Ekuador tak menang lebih dari empat gol atas Chile
(din/a2s)











































