Jangan Sepelekan La Celeste

Jelang Uruguay vs Argentina

Jangan Sepelekan La Celeste

- Sepakbola
Selasa, 13 Okt 2009 11:50 WIB
Jangan Sepelekan La Celeste
Montevideo - Dunia mungkin terkesan lebih berharap Argentina yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2010 ketimbang Urguay. Padahal, soal ambisi tidaklah mungkin Diego Forlan dkk tidak bernafsu untuk terbang ke Afrika Selatan.

Secara historis, tim-tim Uruguay dikenal punya daya juang yang luar biasa. Sebuah negara yang gila pada sepakbola, dengan populasi hampir empat juta orang, Uruguay pernah memiliki beberapa pengalaman yang menunjukkan hal itu.

Satu yang paling dikenang adalah ketika mereka tampil di final Piala Dunia 1950 melawan Brasil. Tertinggal lebih dulu di menit 47, mereka membalikkan keadaan dengan mencetak dua gol di menit 66 dan 79 untuk memenangi laga 2-1 dan tampil sebagai juara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di babak grup Piala Dunia 2002, Uruguay menghadapi Senegal di pertandingan ketiga. Di babak pertama gawang mereka diberondong tiga kali. Di babak kedua Uruguay bangkit dan membuat gol balasan sejumlah yang sama, termasuk gol Forlan di m enit 69 dan Alvaro Recoba dua menit menjelang bubaran. Skor akhir 3-3, tapi Uruguay gagal lolos ke babak kedua.

Kini Uruguay dihadapkan pada situasi yang membutuhkan daya juang tersebut. Tiket ke Afrika Selatan akan menembus kekecewaan mereka yang absen di Jerman 2006. Dalam empat edisi terakhir Piala Dunia mereka hanya tampil satu kali di Korea-Jerman.

Performa Uruguay di babak kualifikasi tidak konsisten. Dari 17 pertandingan, jumlah kemenangan, kekalahan dan seri yang didapat berimbang: 6-6-5. Hanya dua kali mereka menang dua kali berturut-turut, yakni di pertandingan ke-6 & 7, serta 16 &17.

Kembali ke soal daya juang, di partai terakhir itulah karakter pasukan Oscar Tabarez ini muncul lagi. Bertandang ke dataran tinggi Quito, Ekuador, mereka kebobolan dulu oleh gol Antonio Valencia di menit 67. Semenit kemudian Luiz Suarez berhasil menyamakan kedudukan.

Lalu, sampai pertandingan melewati 90 skor masih berimbang. Di menit ketiga injury time, Ekuador mendapat bencana ketika Marcelo Elizaga melanggar Edison Cavani dan wasit menunjuk ke titik putih.

Uruguay tegang. Jika penalti itu tak bisa dioptimalkan, terbanglah peluang untuk menjaga kesempatan lolos otomatis.

"Aku tidak tahu dari mana aku mendapatkan tenaga untuk mengambil penalti itu. Bukan tugas yang gampang," ungkap Forlan, sang algojo yang akhirnya berhasil menunaikan tugas tersebut.

"Sulit karena itu menit terakhir dan keadaannya sangat kritis. Aku benar-benar gemetaran, tapi aku pun tak boleh gagal. Dan sungguh lega luar biasa begitu bola masuk gawang dan aku tahu kami berhasil mendapatkan tiga poin yang kami cari," lanjut striker Atletico Madrid itu, dilansir situs resmi FIFA.

Hari Kamis (16/10/2009) pagi ini Uruguay akan memainkan duel hidup-mati melawan Argentina. Jarak mereka hanya berselisih satu poin untuk memperebutkan posisi empat besar di klasemen. Buat Uruguay, satu-satunya syarat untuk mencapai tempat itu dan lolos otomatis ke Afsel adalah menang.
(a2s/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads