Produktivitas Argentina jadi masalah yang berjalan seiring dengan serangkaian hasil buruk yang mereka terima di Kualifikasi Piala Dunia 2010. Jumlah 22 gol dari 17 laga jelas bukan hasil yang memuaskan mengingat sederet pemain hebat yang dimiliki 'Tango'.
Dengan hanya rata-rata membuat 1,2 gol per pertandingan, Argentina jadi tim dengan produktivitas terburuk dibanding lima negara penghuni posisi teratas klasemen Zona CONMEBOL. Albiceleste bahkan cuma bisa unggul atas Peru (peringkat 10) dan Kolombia (8) yang masing-masing cuma bisa bikin 10 dan 12 gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini Maradona masih mengandalkan Messi sebagai tumpun di lini depan, andalan Barcelona itu bahkan selalu dimainkan Maradona di tujuh pertandingan Kualifikasi Piala Dunia dengan menjadikannya sebagai starter. Sayangnya calon pemain terbaik dunia itu tak mampu membayar ekspektasi yang diharapkan karena sumbangan gol terakhirnya adalah saat Argentina menghantam Venezuela 4-0, yang merupakan debut kompetitif Maradona sebagai pelatih.
Kondisi Tevez juga tak jauh beda. Selalu tampil meyakinkan bersama Manchester United dan kini sudah menyumbang dua gol dari lima pertandingan dengan Manchester City, striker pendek itu baru memberi negaranya satu gol. Dia malah gagal mengeksekusi penalti ke gawang Ekuador yang berbuntut kekalahan Argentina di matchday 14 lalu.
Aguero? Meski jadi pemain penting di Atletico Madrid, Maradona justru terhitung jarang memberi kepercayaan penuh pada menantunya itu. Kun sejauh ini baru tiga kali dimainkan dengan dua di antarnya sebagai starter (kontra Kolumbia dan Venezuela). Dalam kesempatan yang minim itu Aguero pun cuma bisa bikin satu gol.
Mungkin karena buruknya produktivitas tiga pemain tersebut Maradona kemudian memanggil kembali Palermo. Meski menuai kritik, striker yang dalam waktu dekat akan memasuki usia 36 tahun itu mampu membuktikan dirinya belum habis lewat gol-gol yang dia lesakkan.
Gol penyelamat kemenangan atas Peru akhir pekan kemarin adalah jawaban Palermo atas kritik yang deras mendatangi Maradona saat memanggilnya kembali. Lima hari sebelumnya, pesepakbola Boca Junior itu juga memborong dua gol kemenangan Argentina atas Ghana dalam laga bertajuk persahabatan.
Satu dari sedikit kebijakan Maradona yang dapat apresiasi positif adalah pemanggilan Higuain. Dengan 23 gol buat Real Madrid musim lalu, yang menjadikan dia top skorer Los Merengues, Higuain layak dapat kesempatan membuktikan diri dan menutupi buruknya pefrorma para bintang lawas langganan timnas yang disebut di atas.
Berspekulasi mungkin bukan hal bijak untuk dilakukan saat harus menjalani laga hidup mati kontra Uruguay, Kamis (15/10/2009) dinihari lusa. Tapi kalau Messi, Kun dan Tevez masih belum bisa memecah kebuntuan mencetak gol, solusi lain harusnya sudah disiapkan legenda hidup sepakbola Argentina itu.
Memasangkan Palermo dan Higuain sejak awal, Diego?
Skuad Argentina di bawah Maradona
vs Venezuela
Carizzo, Zanetti, Angeleri, Heinze, Maxi Rodriguez (Di Maria 75'), Mascherano, Gago, Gutierrez, Tevez (Veron 71'), Aguero (Milito 78'), Messi.
vs Bolivia
Juan Carrizo, Javier Zanetti, MartΓn Demichelis, Gabriel Heinze, Emiliano Papa, Maxi Rodriguez (Angel Di MarΓa '56), Javier Mascherano, Fernando Gago, Luis Oscar Gonzalez (Marcos Angeleri '68), Lionel Messi, Carlos Tevez (Daniel Montenegro '75)
vs Kolumbia
Mariano AndΓΊjar, Gabriel Heinze, Daniel Alberto DΓaz, MartΓn Demichelis, Javier Mascherano, Fernando Gago, JonΓ‘s GutiΓ©rrez, Juan VerΓ³n, Sergio Aguero, Lionel Messi, Carlos Tevez
vs Ekuador
1-Mariano Andujar; 8-Javier Zanetti, 2-Martin Demichelis, 14-Nicolas Otamendi, 6-Gabriel Heinze (9-Diego Milito 84); 5-Fernando Gago (18-Juan Sebastian Veron 75), 13-Sebastian Battaglia, 7-Maxi Rodriguez, 11-Jonas Gutierrez; 10-Lionel Messi, 11-Carlos Tevez (15-Gonzalo Bergessio 67)
vs Brasil
Andujar; Zanetti, Heinze, Dominguez, Otamendi; Rodriguez (Aguero 46), Mascherano, Datolo, Veron; Messi, Tevez (Milito 68)
Β
vs Paraguay
Romero, Zanetti, Heinze, Dominguez, Papa, Gago, Veron, Datolo (Lavezzi 46'), Mascherano, Aguero (Palermo 59'), Messi.
vs Peru
Sergio Romero, Gabriel Heinze, Rolando Schiavi, Jonas Gutierrez, Emiliano Insua, Pablo Aimar (Federico Insua 76), Javier Mascherano, Angel Di Maria, Enzo Perez (Martin Palermo 45), Lionel Messi, Gonzalo Higuain (Martin Demichelis 67). (din/a2s)











































