Dilaporkan medaia-media setempat, para pemain River mendapat ancaman teror lewat telepon pada hari Selasa (13/10/2009) dari suporter mereka yang kecewa pada penampilan buruk tim tersebut di liga.
Kekalahan memalukan 1-3 di kandang sendiri dari Independiente sehari sebelumnya membuat River tercecer ke urutan 16 di klasemen sementara, dengan hanya mendulang lima poin dari delapan pertandingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Reuters, pemain-pemain River kompak menonaktifkan telepon selulernya dan menolak berbicara dengan wartawan, yang mereka tuduh memberikan nomor mereka kepada fans yang kemudian melakukan teror.
Beberapa kalimat mengancam tersebut di antaranya "Kami tahu jam berapa istri Anda pergi belanja" dan "kami tahu pergerakan keluarga Anda"." Demikian laporan media-media.
Direktur River Plate Hector Cavallero belum memberi verifikasi mengenai laporan tersebut. "Kami belum tahu (secara resmi) apa yang terjadi," ujarnya. "Masalah ini bahkan tidak dibahas dalam pertemuan dewan tadi malam."
Sejak akhir pekan lalu dunia sepakbola Argentina sedang berfokus pada perjuangan skuad Diego Maradona untuk finish empat besar di babak kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan. Mereka bisa mengamankan tempat itu dan lolos ke Afrika Selatan apabila Kamis (15/10) pagi WIB berhasil memenangi laga terakhirnya melawan tuan rumah Uruguay.
(a2s/nar)











































