Selama melatih Argentina, Maradona lebih banyak dihujani kritik dibandingkan pujian. Memang, hasil yang diraih oleh pria berusia 48 tahun itu tak memuaskan.
Di kualifikasi Piala Dunia, Albiceleste empat kali kalah dalam delapan pertandingan di bawah Maradona. Tim Tango pernah kalah memalukan 1-6 dari Bolivia dan takluk di 1-3 tangan musuh bebuyutan Brasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maradona pun sempat jengah dengan berbagai kritik yang mendera. Mantan pemain yang di masa lalu sempat bersinar bersama klub Italia Napoli ini bahkan sempat berpikir untuk mundur.
Perjuangan Argentina di kualifikasi Piala Dunia pun terhitung terseok-seok. Namun upaya keras itu mencapai klimaksnya pada Kamis (14/10/2009) pagi WIB ketika Lionel Messi dkk. mengatasi Uruguay 1-0.
Sebuah kemenangan yang tak hanya berharga tiga poin namun juga sebuah tiket langsung ke Afrika Selatan tahun depan.
Maradona menanggapi kemenangan ini dengan sangat emosional. "Saya persembahkan malam ini untuk seluruh bangsa Argentina. Terima kasih untuk para pemain. Malam ini saya membuktikan diri sebagai pelatih sejati," ujar Maradona seperti dilansir dari AP.
"Kemudian untuk siapa pun yang pernah memperlakukan saya seperti sampah, kini lihatlah: kami lolos ke Piala Dunia dengan penuh kehormatan," serunya. (nar/a2s)











































