Tiga poin terakhir kali Inter rasakan adalah saat menekuk Arnothosis Famagusta dengan skor 1-0 di babak penyisihan Grup C, 22 Oktober tahun lalu. Selanjutnya Inter kalah dari Panathinaikos dan Werder Bremen. Mereka juga bermain imbang dan kalah dari Manchester United di perdelapanfinal.
Di musim ini pun tren tak bagus itu berlanjut, dua laga telah dilalui dan hanya dua poin yang mampu dikemas oleh La Beneamata, hasil seri 0-0 dan 1-1 kontra Barcelona serta Rubin Kazan. Kini mereka pun tertahan di peringkat ketiga Grup F.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi di Kiev ada sosok Andriy Shevchenko, di mana saat berbaju AC Milan, Sheva hobi menjebol gawang Inter dan kini ia adalah salah satu pemain yang mampu mencetak lebih dari 60 gol di kompetisi antarklub Eropa. Rekor tak pernah kalah Inter melawan klub-klub Ukraina bisa saja jadi tak berguna saat kickoffΒ dimulai.
Meski dihantui rekor buruk itu, Inter bisa jadi tengah dalam kondisi mental tinggi berkat kemenangan 5-0 dari tuan rumah Genoa akhir pekan lalu. Jumlah gol yang sedikit mencolok itu pun diraih tanpa kehadiran dua andalan di lini serangnya, Samuel Eto'o dan Diego Milito, yang tengah cedera dan kemungkinan bakal absen saat melawan Kiev.
Rekor Kiev sendiri kurang ciamik jika melakoni partai away di Liga Champions, dengan hanya mencetak tiga gol dalam 12 laga terakhir mereka serta mengalami sembilan kekalahan. Jika penampilan saat mengalahkan Genoa bisa diulang, peluang untuk menuntaskan dahaga akan kemenangan pun terbuka lebar.
"Usai laga hebat di Genoa, aku ingin memuaskan para fans karena mereka sudah percaya kalau kami bisa mengakhiri puasa kemenangan ini. Ini adalah saat yang tepat dan melihat penampilan kami Sabtu kemarin, sangat penting kami bisa membawa pulang tiga poin," tegas gelandang enerjik asal Serbia, Dejan Stankovic, yang dilansir Sky Sport Italia. (mrp/a2s)











































