Leonardo Terinspirasi Roma

Leonardo Terinspirasi Roma

- Sepakbola
Kamis, 22 Okt 2009 07:52 WIB
Leonardo Terinspirasi Roma
Madrid - Leonardo mencetak kemenangan terbaiknya di awal musim ini setelah AC Milan menekuk Real Madrid di Santiago Bernabeu. Pelatih asal Brasil itu mengaku terinspirasi sukses serupa di akhir pekan lalu.

Tampil sebagai underdog, Kamis (22/10/2009) dinihari WIB, Milan berhasil mengalahkan Madrid 3-2 dalam lanjutan Liga Champions Grup C. Mereka kebobolan lebih dulu oleh gol Raul di menit 19, sebelum bangkit di babak kedua dan melesakkan tiga gol ke gawang lawan.

Dalam jumpa pers setelah pertandingan, Leonardo mengatakan bahwa ada kemiripan antara kemenangan hari ini dengan empat hari sebelumnya, saat Rossoneri menundukkan AS Roma 2-1 di San Siro. Kala itu Massimo Ambrosini dkk juga tertinggal lebih dulu di babak pertama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tak bisa menyangkal bahwa kemenangan ini lahir dari babak kedua melawan Roma, di mana kami dipaksa untuk menekan dan menyerang balik, memahami sistem ini," ujarnya seperti dikutip Football Italia.

Sistem yang dimaksud Leonardo adalah skema 4-3-3 yang ia pilih, yang oleh sebagian kalangan dinilai agak riskan karena mereka memasukkan lebih banyak penyerang untuk meladeni sebuah tim bagus yang bermain di kandangnya sendiri.

Tiga penyerang starter pilihan Leonardo tersebut adalah Alexandre Pato, Pippo Inzaghi, dan Ronaldinho. Itu belum termasuk gelandang serang lainnya, Clarence Seedorf, dan katalisator tim, Andrea Pirlo.

β€œTidaklah mungkin memainkan cara ini kalau kami tak punya gelandang yang tahu bagaimana harus berbuat dan pergerakan yang tepat dari para penyerang. Real Madrid memainkan gaya yang mirip, sehingga ini menjadi konfrontasi langsung," beber sang allenatore.

"Pada akhirnya line-up harus dibuat secara seimbang dan yang dimiliki tim ini adalah kedewasaan untuk saling memahami berbagai macam pendekatan," lanjut pria 40 tahun itu.

"Bukan cuma karena ini Liga Champions dan main di Bernabeu, tapi kami pun menghadapi sebuah tim menyerang. Jadi, saya pikir hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menekan mereka dengan sangat keras."

Leonardo juga mengomentari blunder Dida yang menyebabkan Milan lebih dulu kebobolan. "Kesalahan pun terjadi di kubu Madrid. Tapi Dida pemain berpengalaman yang tahu bagaimana mengatasi situasi-situasi semacam itu."

Dua kemenangan beruntun yang dipetik Milan dipastikan mendinginkan sedikit kursi Leonardo, sebagaimana ia kerap diisukan bakal ditendang.

"Saya tidak memikirkan ceritaku atau apa yang akan terjadi masa depan. Saya cuma berpikir bahwa ini adalah sebuah momen yang mesti kami bingkai dan kenang. Saya hidup di masa kini dan hari ini sungguh luar biasa. Saya tidak memikirkan masa depan." (a2s/nar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads