Madrid yang relatif lebih diunggulkan tak kuasa menahan kebangkian Milan di babak kedua pada laga di Santiago Bernabeu itu, Kamis (22/10/2009) dinihari WIB. Unggul lebih dulu di babak pertama, di akhir pertandingan mereka kalah 2-3.
Kekalahan ini lantas dikait-kaitkan dengan hasil serupa yang di dapat 'Si Putih' di awal bulan ini kala menyerah di tangan Sevilla. Madrid disebut-sebut selalu menghadapi krisis kala meladeni lawan dari golongan menengah ke atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan suatu krisis, kami bisa saja kalah. Kami akan menghadapi Sporting Gijon dan akan ke Milan, mengapa bicara soal krisis?," tuturnya di koran AS seusai big match di Grup C Liga Champions tersebut.
"Kami akan melakukan usaha meraih hasil bagus di Liga Champions. Orang-orang itu lho yang tidak paham, bahwa pemain-pemain Madrid itu juga manusia dan bisa saja kalah," sambungnya.
Madrid telah dua kali kalah dari 10 pertandingan kompetitifnya di musim ini, sedangkan delapan sisanya menang. Sejauh ini tim-tim besar lain di liga-liga top dunia, seperti Premier League, Bundesliga, Seri A dan La Liga, telah merasakan kekalahan, termasuk peraih treble winners musim lalu, Barcelona, yang kemarin ditumbangkan Rubin Kazan di kancah Eropa. (a2s/din)











































