Selama berseragam AC Milan Kaka adalah nyawa permainan tim. Bisa dikatakan bahwa 75 persen kekuatan Milan terletak kepada pemain yang akrab dipanggil Ricky tersebut.
Di Real Madrid, keadaannya sedikit berbeda. Kehadiran seorang Kaka masih belum mampu mengangkat performa tim yang bermarkas di Stadion Santiago Bernabeu itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari lima pertandingan dengan Kaka sebagai 'nyawa tunggal', Madrid menang dua kali masing-masing atas Real Valladolid dan Getafe . Sementara sisanya sekali seri ketika menghadapi Sporting Gijon dan dua kali kalah yakni melawan Sevilla dan AC Milan di Liga Champions.
Pelatih Madrid Manuel Pellegrini mengaku tak ingin memaksa Kaka untuk cepat-cepat bersinar. "Setiap pemain yang baru saja berganti dari suatu liga ke liga lainnya butuh waktu untuk menyesuaikan diri."
Β
"Kaka adalah peman penting bagi kami, seperti yang telah ia tunjukkan pada akhir pekan kemarin. Saya yakin ia akan menjadi bintang di sini, seperti halnya yang pernah ia lakukan di Milan," demikian tukas Pellegrini dilansir dari situs resmi klub.
Kini Kaka harus mengawal Madrid untuk mengarungi neraka bernama San Siro. Pemain bernomor punggung delapan itu diharapkan bisa mengantarkan Los Galacticos meraih kemenangan atas Milan.
Mampukah Kaka memutus rekor buruk timnya ketika berlaga di stadion berkapastias 80 ribu tempat duduk itu? (nar/din)











































