Yunani akan jadi tuan rumah pertama kali di Athena, Sabtu (14/11/2009) untuk menjamu Ukraina. Untuk selanjutnya empat hari berselang, giliran Ukraina yang akan menerima kedatangan lawannya tersebut di kota Donetsk.
Ukraina punya kesempatan 180 menit yang terhampar di depan mereka untuk memastikan tempat di Afsel 2010. Bila ujian tersebut berhasil dilewati, maka itu berarti kesuksesan kedua mereka mengikuti pesta sepakbola terakbar di dunia itu, setelah pertama kalinya pada Jerman 2006 silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka kali ini setelah jadi runner-up Grup 6 di bawah Inggris dengan 21 poin, Andriy Shevchenko dkk berhak mengikuti babak playoff. Sebuah fase yang terasa 'menakutkan' bagi mereka karena rekor buruk yang dipunyai.
Tiga kali playoff yang Ukraina ikuti, yaituΒ PD 1998 dan PD 2002 serta Piala Eropa 2000, tak ada satu pun yang berakhir manis bagi Ukraina. Di playoffΒ PD 1998, mereka kalah agregat 1-3 dari Kroasia setelah takluk 0-2 di tandang dan bermain 1-1 di kandang.
Masuk ke playoff Piala Eropa 2000, giliran Slovenia yang menjegal langkah mereka lewat hasil menang 3-2 di kandangnya dan 1-1 di markas Ukraina. Kegagalan di fase playoff dirasakan saat menuju Jepang-Korsel 2002, Jerman menundukkan mereka dengan total agregat 5-2 (1-1 dan 4-1).
Meski punya catatan buruk semasa di tingkat tersebut, Shevchenko tetap pede kalau timnya yang bakal melaju. Bermain di kandang pada leg 2 menjadi keuntungan tersendiri bagi mereka serta pengalaman menyingkirkan Tim 'Negeri Seribu Dewa' itu empat tahun lalu di babak kualifikasi menjadi dasar keyakinan kapten Ukraina itu.
"Aku percaya kami mempunyai sedikit keuntungan memulai laga kami dengan Yunani di kandang mereka. Kami harus bermain dengan penuh disiplin di sana meskipun tuan rumah unggul. Yunani diisi pemain-pemain hebat. Mereka sangat disiplin dan berbahaya saat serangan balik," tukas Sheva di AFP.
"Tapi kami punya pengalaman baik saat melawan Yunani. Kami menyingkirkan mereka di kualifikasi Piala Dunia 2006. Kami menjadi juara grup dan mendapat tiket ke Jerman," pungkas striker Dynamo Kiev itu. (mrp/roz)











































